Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Kota Layak Anak (KLA) di Kota Malang melalui pendekatan Collaborative Governance berdasarkan model yang dikembangkan oleh Ansell dan Gash. KLA merupakan strategi pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan hak anak secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain pemerintah, masyarakat, media massa, dan sektor swasta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi telah terbangun melalui lima unsur utama, yaitu dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, komitmen terhadap proses, pemahaman bersama, serta pencapaian sementara. Meskipun Kota Malang telah memperoleh predikat KLA kategori Nindya, tantangan berupa ketimpangan partisipasi dan pemahaman masih ditemukan.
Copyrights © 2025