Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran kepercayaan diri pada anak yang mengalami Albino, serta mendapatkan informasi mengenai strategi dalam meningkatkan kepercayaan dirinya dalam interaksi sosial. Anak yang mengalami Albino ditandai dengan adanya kelainan pada mata, warna kulit dan warna rambut yang disebabkan oleh kurangnya pigmen melanin (Allister et al, 2010: 1). Menurut penelitian oleh Maharani, dkk. (2017) di Indonesia, kondisi anak Albino terjadi pada sekitar 1 dari 17.000 kelahiran. Oleh karena itu, kondisi anak yang mengalami albino masih tergolong langka sehingga menimbulkan adanya perbedaan fisik yang signifikan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri anak yang mengalami albino. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan Observasi Non-participant dan In-deep Interview dengan subjek partisipan serta significant others (orang tua & guru). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa subjek partisipan mengalami kurangnya kepercayaan diri dalam interaksi sosial baik dengan orang yang baru dikenal, maupun dengan orang yang sudah lama dikenalnya. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi seluruh pihak, khususnya subjek partisipan dan juga orang tua agar dapat lebih memahami anak yang mengalami albino dan meningkatkan kepercayaan dirinya dalam berinteraksi sosial.
Copyrights © 2025