Pengendalian lebar retak penting untuk menjaga durabilitas beton bertulang, namun studi yang membandingkan pemodelan elemen hingga dan pendekatan teoritis pada pelat satu arah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kuat tekan beton (f'c) terhadap lebar retak, serta membandingkan hasil pemodelan elemen hingga dengan pendekatan teoritis dari SNI 2847:2002, JSCE SSCS 2007, dan Eurocode 2. Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak Abaqus pada pelat satu arah berdimensi 2000×600×200 mm dengan model material Concrete Damage Plasticity dan tiga variasi f'c (9,1; 20,2; dan 35,1 MPa). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan f'c menurunkan lebar retak pada semua pendekatan. Namun, hasil pemodelan elemen hingga menghasilkan lebar retak lebih besar dibandingkan pendekatan teoritis. JSCE (2007) menunjukkan hasil paling mendekati dengan selisih rata-rata 23,8%, diikuti oleh SNI (40,6%) dan Eurocode 2 (65,4%). Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan antara hasil pemodelan elemen hingga yang lebih detail dengan pendekatan teoritis berbasis rumus empiris.
Copyrights © 2025