Penelitian ini mengkaji pengaruh latihan fisik terhadap peningkatan performa bulutangkis, berfokus pada kelincahan dan kecepatan sebagai komponen krusial. Bulutangkis telah berkembang pesat menjadi olahraga kompetitif yang menuntut penguasaan teknik dasar (servis, smash, lob, drop, langkah kaki) dan kondisi fisik prima (kelincahan, daya tahan, kekuatan, kecepatan, fleksibilitas). Di Indonesia, Perkumpulan Bulutangkis (PB) berperan vital dalam mencetak atlet berprestasi melalui pelatihan teknik, taktik, mental, dan fisik. Kelincahan dan kecepatan merupakan faktor penentu dalam bulutangkis. Kelincahan didefinisikan sebagai kemampuan mengubah arah gerak dengan cepat, esensial untuk manuver dinamis di lapangan. Beberapa bentuk latihan kelincahan seperti shadow dan ladder drill umum digunakan. Latihan kecepatan memerlukan intensitas tinggi (80-95%) untuk hasil optimal. Meskipun latihan tradisional seperti sprint, ladder, dan shuttle run sering diterapkan, alternatif seperti skipping (lompat tali) menunjukkan potensi untuk meningkatkan kekuatan ledak otot, koordinasi, serta ritme. Selain itu, shuttle run juga efektif untuk meningkatkan kecepatan dan ketangkasan secara keseluruhan. Penelitian ini mengadopsi metode latihan Speed, Agility, Quickness (SAQ) yang terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan dasar dan kontrol gerak neuromuskular. Speed, Agility, Quickness (SAQ) bertujuan meningkatkan kemampuan gerak multi-arah dan daya ledak melalui reprograming sistem neuromuskular. Penelitian melibatkan 20 sampel yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol menggunakan ordinal pairing. Hasil uji normalitas menunjukkan nilai pretest dan posttest pada kedua kelompok di atas 0,05, mengindikasikan distribusi data normal. Uji homogenitas juga menunjukkan nilai P > 0,05 untuk perbandingan pretest dan posttest antara kelompok eksperimen dan kontrol (0,354 dan 0,427), menegaskan bahwa data bersifat homogen. Temuan ini mendukung potensi latihan Speed, Agility, Quickness (SAQ) dan metode serupa dalam meningkatkan performa atlet bulutangkis. Nilai hasil untuk kelompok yang diuji menggunakan uji independen t-test adalah 0,00.
Copyrights © 2025