Kedokteran forensik memegang peranan penting dalam mengungkap penyebab kematian pada kasus pembunuhan di Indonesia. Peran ini mencakup berbagai aspek, seperti pemeriksaan tubuh korban, autopsi, analisis toksikologi, serta identifikasi DNA, yang semuanya memberikan bukti ilmiah yang mendalam untuk mendukung proses hukum. Meskipun demikian, kedokteran forensik di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan tenaga medis forensik yang terlatih, fasilitas yang kurang memadai, serta hambatan birokrasi dan sosial budaya yang mempengaruhi proses forensik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kedokteran forensik dalam kasus pembunuhan serta tantangan yang dihadapi oleh tenaga medis forensik di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pelatihan tenaga medis forensik, penyediaan fasilitas yang memadai, serta pemahaman masyarakat tentang kedokteran forensik sangat penting untuk meningkatkan efektivitasnya dalam mendukung penegakan hukum.
Copyrights © 2025