Kejadian anemia pada remaja putri di Kabupaten Garut pada tahun 2022 tercatat sebanyak 856 remaja (51,2%). Puskesmas Sukawening pada tahun 2023 hasil pemeriksaan kadar hemoglobin terhadap remaja putri didapatkan 46% memiliki kadar Hb <12 gr/dL. Anemia terjadi karena penurunan jumlah erosit atau kadar hemoglobin dalam darah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kadar Hb dengan cara non farmakologis sebagai terapi komplementer dengan memberikan telur rebus dan buah kurma. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pemberian telur rebus dan kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia ringan di TPMB S. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kegiatan ini dilakukan pada 2 remaja putri yang mengalami anemia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kenaikan HB pada informan yang diberi intervensi telur rebus sebesar 0,9 gr/dL dari 11,1 gr/dL menjadi 12,0 gr/dL dan juga terdapat kenaikan HB pada informan yang diberi intervensi kurma sebesar 1,1 gr/dL dari 11,1 gr/dL menjadi 12,2 gr/dL. Kesimpulan dari penelitian ini diperoleh perbedaan antara informan 1 dan 2 dimana pemberian intervensi kurma lebih efektif dibandingkan pemberian telur rebus dengan selisih kenaikan HB sebesar 0,3 gr/dL. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu remaja dalam meningkatkan kadar hemoglobin secara mandiri dengan mengkonsumsi tablet Fe dengan telur rebus dan kurma apabila mengalami anemia sekaligus mencegah terjadinya anemia dengan mengkonsumsi pada saat menstruasi.
Copyrights © 2025