Penguatan kapasitas aparatur kampung dalam tata kelola administrasi publik merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pemerintahan desa yang profesional, transparan, dan akuntabel, terutama di wilayah perbatasan seperti Kampung Kelapa Lima, Merauke. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan aparatur kampung dalam pengelolaan administrasi melalui pelatihan teknis, pendampingan langsung, dan penerapan sistem informasi digital sederhana yang disesuaikan dengan konteks lokal. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara partisipatif dan kolaboratif, diawali dengan pemetaan kebutuhan, dilanjutkan dengan penyusunan modul, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi berkala. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan aparatur dalam menyusun dokumen administrasi, tata naskah dinas, dan laporan kegiatan. Selain itu, telah berhasil diimplementasikan sistem informasi administrasi berbasis spreadsheet yang memungkinkan pencatatan surat menyurat, data penduduk, dan agenda kegiatan secara lebih terstruktur. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan administratif. Masyarakat juga mulai terlibat aktif dalam forum kampung, menandai tumbuhnya kesadaran akan transparansi dan akuntabilitas publik. Tantangan seperti keterbatasan perangkat dan literasi digital tetap ada, namun dapat diatasi melalui pendekatan berkelanjutan dan dukungan lintas sektor. Pengalaman ini menunjukkan bahwa model pengabdian yang berbasis kebutuhan lokal dan praktik langsung dapat direplikasi sebagai strategi penguatan administrasi publik di kampung-kampung perbatasan lainnya
Copyrights © 2025