Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kolaborasi Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Dasar di Merauke Fonataba, Josafat
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vmthgf73

Abstract

This study examines the dynamics of collaboration between the government, private sector, and communities in improving the quality of basic services in Merauke Regency, an area with complex geographic and social challenges. Through a descriptive qualitative approach and data collection through in-depth interviews and participant observation, this study found that the collaboration model formed was hybrid, combining formal mechanisms with informal practices based on local values ​​and customary authorities. The role of non-state actors proved significant in overcoming the limitations of bureaucratic capacity, especially in the education, clean water, and basic health service sectors. These findings emphasize the importance of collaborative governance that is contextual and sensitive to local social dynamics, and broadens the scope of collaborative governance theory by including cultural and relational dimensions. The global implications of this study suggest that a community-based collaboration model can be an effective alternative in providing basic services in disadvantaged and pluralistic areas
Peningkatan Kapasitas Aparatur Kampung dalam Layanan Publik: Studi Pengabdian di Kelapa Lima, Merauke Katayu, Damianus; Fonataba, Josafat
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2025): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jmxx9r46

Abstract

Penguatan kapasitas aparatur kampung dalam tata kelola administrasi publik merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pemerintahan desa yang profesional, transparan, dan akuntabel, terutama di wilayah perbatasan seperti Kampung Kelapa Lima, Merauke. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan aparatur kampung dalam pengelolaan administrasi melalui pelatihan teknis, pendampingan langsung, dan penerapan sistem informasi digital sederhana yang disesuaikan dengan konteks lokal. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara partisipatif dan kolaboratif, diawali dengan pemetaan kebutuhan, dilanjutkan dengan penyusunan modul, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi berkala. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan aparatur dalam menyusun dokumen administrasi, tata naskah dinas, dan laporan kegiatan. Selain itu, telah berhasil diimplementasikan sistem informasi administrasi berbasis spreadsheet yang memungkinkan pencatatan surat menyurat, data penduduk, dan agenda kegiatan secara lebih terstruktur. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan administratif. Masyarakat juga mulai terlibat aktif dalam forum kampung, menandai tumbuhnya kesadaran akan transparansi dan akuntabilitas publik. Tantangan seperti keterbatasan perangkat dan literasi digital tetap ada, namun dapat diatasi melalui pendekatan berkelanjutan dan dukungan lintas sektor. Pengalaman ini menunjukkan bahwa model pengabdian yang berbasis kebutuhan lokal dan praktik langsung dapat direplikasi sebagai strategi penguatan administrasi publik di kampung-kampung perbatasan lainnya
Optimalisasi Partisipasi Masyarakat Adat dalam Perumusan Kebijakan Publik Lokal di Wilayah Perbatasan Merauke melalui Forum Konsultasi Publik dan Pelatihan Literasi Kebijakan Wika, Martinus; Nathan, Ivone Agustina; Kebubun, Rosina Jostina Marise; Fonataba, Josafat
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7s475t57

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat adat Kampung Yanggandur, Merauke, dalam perumusan kebijakan publik lokal melalui forum konsultasi publik dan pelatihan literasi kebijakan. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan pemberdayaan masyarakat, menempatkan warga sebagai subjek aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi. Tahap awal meliputi pemetaan sosial dan wawancara dengan aparat kampung, tokoh adt, dan perwakilan warga untuk memahami kondisi eksisting partisipasi masyarakat serta kendala dalam menyampaikan aspirasi. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi dan edukasi literasi kebijakan publik melalui penyuluhan interaktif yang membahas mekanisme perumusan kebijakan, hak partisipasi masyarakat, dan alur administrasi kampung. Tahap pelatihan dan simulasi forum konsultasi publik membekali warga dengan keterampilan komunikasi administratif, penyusunan aspirasi tertulis, dan praktik musyawarah partisipatif berbasis kasus lokal. Pendampingan forum dialog antara masyarakat dan aparat kampung memastikan keberlanjutan praktik partisipatif serta pembentukan forum yang sistematis dan terdokumentasi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat, keterampilan literasi kebijakan, serta terbentuknya forum konsultasi publik yang inklusif dan akuntabel. Model partisipasi yang dihasilkan berpotensi memperkuat tata kelola pemerintahan kampung secara transparan, responsif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi referensi replikasi bagi wilayah perbatasan lain.