Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai budaya dalam tradisi rimpu masyarakat Bima dari perspektif historis. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis melalui tahapan metode sejarah, yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi rimpu merupakan bentuk busana adat perempuan Bima yang memiliki akar historis kuat sejak proses Islamisasi Kesultanan Bima pada abad ke-17. Rimpu bukan hanya simbol penutup aurat, tetapi juga merupakan ekspresi nilai-nilai religius, kesopanan, identitas gender, serta solidaritas sosial yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam lintasan sejarahnya, rimpu mengalami transformasi dari simbol kesalehan religius menjadi identitas budaya yang kini terdesak oleh arus modernisasi dan globalisasi. Nilai-nilai yang terkandung dalam rimpu, yaitu ketaatan terhadap agama, penghargaan terhadap perempuan, dan ketahanan budaya, semakin terpinggirkan di kalangan generasi muda. Meski begitu, rimpu tetap menjadi simbol budaya lokal yang dinamis, yang keberadaannya kini didorong oleh berbagai upaya pelestarian melalui pendidikan, festival budaya, dan kampanye identitas lokal. Oleh karena itu, pelestarian rimpu memerlukan pendekatan yang tidak hanya menonjolkan bentuk fisiknya, tetapi juga menggali dan menanamkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan kontemporer.
Copyrights © 2025