Lele dumbo (Clarias gariepinus) adalah ikan air tawar yang banyak diminati dan memiliki nilai jual tinggi. Untuk meningkatkan keuntungan pembudidaya diperlukan strategi pemasaran yang tepat agar distribusi berjalan lancar. Keberhasilan budidaya lele tidak hanya bergantung pada pembibitan dan pembesaran, tetapi juga pada sistem pemasaran yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola saluran pemasaran serta tugas dan fungsi lembaga pemasaran lele dumbo di Desa Wates, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan lokasi yang ditentukan dan dikelompokkan ke dalam wilayah pedesaan dan perkotaan. Responden pembudidaya dipilih menggunakan metode purposive sampling, sedangkan konsumen menggunakan random sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuisioner sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait serta BPS Kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat pola saluran pemasaran. Saluran pertama adalah yang paling efisien dengan margin Rp2.700/kg dan Farmer Share sebesar 89,90%. Sementara itu, keuntungan tertinggi terdapat pada saluran kedua yaitu sebesar 10,48%. Setiap lembaga pemasaran memiliki peran penting dalam mendukung proses distribusi ikan lele dumbo diantaranya adalah pembudidaya, pedagang pengepul, pedagang besar, dan pedagang eceran memiliki peran dalam fungsi pertukaran, fisik, dan fasilitas.
Copyrights © 2025