Latar Belakang: Henti jantung merupakan kondisi darurat yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan sekitar 90% pasien henti jantung di luar rumah sakit tidak dapat diselamatkan. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di masyarakat menjadi faktor penting dalam rendahnya angka keselamatan korban henti jantung. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa siswi MAN 2 Samarinda dalam memberikan bantuan pertama pada kejadian henti jantung melalui pendidikan dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada bulan Desember 2024 di MAN 2 Samarinda dengan menggunakan metode ceramah dan simulasi. Peserta terdiri dari 80 siswa (39 laki-laki dan 42 perempuan). Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi praktik langsung untuk menilai keterampilan BHD. Peralatan simulasi yang digunakan meliputi manekin dan Bag Valve Mask (BVM). Hasil: Hasil analisis uji-t menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta dari rata-rata 74,226 pada pre-test menjadi 85,884 pada post-test (p-value = 0,001; p < 0,05). Kegiatan mendapat antusias tinggi dari pihak sekolah dan peserta mampu mentransmisikan langkah-langkah BHD dengan baik setelah mendapat pelatihan. Kesimpulan: Edukasi dan pelatihan BHD melalui metode ceramah dan simulasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus henti jantung. Pelatihan BHD sejak usia remaja sangat penting untuk membentuk generasi muda yang mampu memberikan bantuan pertama secara tepat pada kondisi gawat darurat.
Copyrights © 2025