Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media online Detik.com dan Kompas.com membingkai pemberitaan kasus kekerasan seksual di MAN 1 Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menerapkan Model Analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki sebagai metode analisis. Objek penelitian adalah enam berita terkait kasus kekerasan seksual yang diambil dari Detik.com dan Kompas.com dalam rentang waktu 23-25 September 2024. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan dalam cara kedua media tersebut membingkai pemberitaan kasus ini. Persamaan Detik.com dan Kompas.com terletak pada fokus pemberitaan terkait unsur hubungan asmara atau seksual dan penekanan pada aspek video yang viral. Perbedaan tampak pada gaya penulisan dan cara penyajian informasi. Kompas.com menggunakan paragraf yang singkat namun informatif dan komprehensif, menghadirkan berbagai sumber, termasuk sudut pandang aktivis perempuan, sehingga memberikan gambaran yang lebih mendalam dan menyeluruh mengenai sanksi bagi pelaku dan kondisi korban. Perbedaan yang mencolok terdapat pada penggunaan istilah yang mempengaruhi pembaca dalam memaknai isi pemberitaan. Dalam hal ini, Kompas.com menggunakan istilah “video asusila” yang dianggap lebih formal. Sebaliknya, Detik.com menggunakan istilah “video mesum” yang dianggap kurang tepat dalam konteks pemberitaan kasus kekerasan seksual.
Copyrights © 2025