Megasains
Vol 7 No 2 (2016): Megasains Vol. 7 No. 2 Tahun 2016

Pengaruh Southerly Surge Terhadap Curah Hujan di Wilayah Nusa Tenggara Timur Pada Bulan Januari 2007

Taryono (Unknown)
Ruwe2, Natalia Eunike (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2016

Abstract

Wilayah dengan tipe hujan monsunal pada umumnya memiliki puncak curah hujan pada bulan Januari. Namun pada bulan Januari 2007, sebagian besar wilayah dengan tipe curah hujan monsunal mengalami anomali negatif, yang berarti terjadi penurunan curah hujan. Berdasarkan penelitian Taryono (2012), aktifitas southerly surge berpengaruh terhadap penurunan curah hujan atau fase break monsun di Pulau Jawa. Oleh sebab itu dilakukan penelitian untuk mengetahui keterkaitan antara aktifitas southerly surge terhadap penurunan curah hujan Januari 2007 khususnya di Nusa Tenggara Timur. Indeks southerly surgeditentukan dengan cara menghitung variansi angin meridional harian rata-rata bulan Januari 1980-2010 sehingga memperoleh indeks surge 11,5 m/s. Pada bulan Januari 2007 terdapat dua kali kejadian southerly surge, yaitu pada tanggal 3 dan 11 Januari 2007. Hasil analisis keduanya menunjukan bahwa penurunan curah hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur disebabkan oleh aktifitas southerly surge. Southerly surge ini menggeser Intertropical Convergence Zone (ITCZ) ke utara sehingga menyebabkan penurunan curah hujan di wilayah Nusa Tenggara Timur, sebagai akibat dari tertahannya massa udara basah dari Belahan Bumi Utara dan masuknya massa udara kering dan dingin dari Belahan Bumi Selatan

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

megasains

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Buletin MEGASAINS diterbitkan oleh Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototobang sebagai media apresiasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang bersumber dari kegiatan penelitian berbasis ilmu-ilmu meteorologi, klimatologi, kualitas udara, dan geofisika (MKKuG), serta ...