Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap latar belakang teoretis kebijakan disiplin positif dan mengidentifikasi keterampilan komunikasi antarpribadi yang dibutuhkan berdasarkan kajian praktik baik terkait penerapan disiplin positif. Penelitian ini dibutuhkan karena penerapan disiplin positif sebagai bagian dari kebijakan Kurikulum Merdeka bukannya tanpa tantangan, serta masih terdapat persepsi bahwa hukuman dan konsekuensi efektif dalam menegakkan disiplin. Pemahaman dan keterampilan komunikasi antarpribadi dibutuhkan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode telaah pustaka sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi antarpribadi memudahkan guru dan siswa dalam memahami kebutuhan dan menerima nilai-nilai universal. Komunikasi antarpribadi menunjang dua proses utama disiplin positif, yaitu menentukan keyakinan kelas dan melakukan restitusi. Keterampilan komunikasi antarpribadi yang dibutuhkan dalam penerapan disiplin positif meliputi pelibatan siswa, penerimaan terhadap sikap dan perspektif siswa, serta fokus pada solusi dan memberikan penguatan positif. Penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan pengelolaan perilaku siswa melalui restitusi dan kebijakan pengembangan modul pelatihan guru dalam penerapan disiplin positif.
Copyrights © 2024