Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam fenomena overwork yang dialami oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMK Negeri 1 Haurwangi serta dampaknya terhadap kesejahteraan siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap guru BK, kepala sekolah, serta lingkungan kerja sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja guru BK jauh melampaui rasio ideal, dengan dua guru BK harus menangani lebih dari 900 siswa. Kondisi ini menyebabkan pelayanan konseling tidak optimal dan berpotensi menurunkan kualitas kesejahteraan psikososial siswa. Untuk mengatasi situasi tersebut, guru BK menerapkan sejumlah strategi seperti menjalin kolaborasi dengan wali kelas dan pihak sekolah, manajemen waktu, serta penetapan prioritas layanan. Namun, sebagian strategi masih bersifat adaptif dan belum didukung secara struktural. Penelitian ini menegaskan bahwa dukungan kelembagaan dan sosial sangat penting dalam menanggulangi overwork, dan strategi pengurangan beban kerja harus menjadi bagian dari kebijakan sekolah untuk menjaga mutu layanan konseling serta kesejahteraan siswa secara menyeluruh.
Copyrights © 2025