Penelitian ini membahas strategi komunikasi politik Dedi Mulyadi melalui media sosial dalam kerangka mediatization of politics. Dalam konteks politik digital, media sosial telah menjadi ruang utama pembentukan citra politik yang bersifat personal, visual, dan emosional. Dedi Mulyadi memanfaatkan platform seperti YouTube dan Facebook untuk merepresentasikan dirinya sebagai pemimpin yang merakyat, spiritual, dan menjunjung budaya Sunda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, serta analisis wacana kritis terhadap konten video yang diproduksi secara rutin dan sistematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa Dedi Mulyadi berhasil mengadaptasi logika media digital melalui storytelling, simbol budaya, dan narasi populis. Strategi tersebut memperkuat keterhubungan emosional antara politisi dan publik, sekaligus membentuk citra yang konsisten dan efektif di ranah digital. Meski demikian, dominasi narasi personal juga berpotensi mengaburkan substansi kebijakan yang ditawarkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi politik era digital ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap logika media yang terus berubah.
Copyrights © 2025