Pencegahan stunting sejatinya harus dimulai sejak masa remaja, karena periode ini merupakan masa persiapan menuju usia pernikahan dan kehamilan. Remaja, khususnya remaja putri, akan menjadi calon ibu yang sangat menentukan status gizi anak yang akan dilahirkan. stunting didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan standar usianya (Reny Nugraheni, 2024) Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui efektivitas eduaksi pencegahan stunting pada remaja berbasis pesantren, Penelitian ini menggunakan teknik survey deskriptif yaitu mengetahui efektivitas eduaksi pencegahan stunting pada remaja berbasis pesantren, jumlah sampel adalah 32 remaja putri. Alat pengumpulan data yang di gunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian didapatkan sebelum penerapan edukasi 50% remaja putri memahami pencegahan stunting dan di dapatkan setelah penerapan edukasi 67,5% remaja putri memahami pencegahan stunting Kesimpulan: terdapat peningkatan setelah penerapan eduaksi pencegahan stunting pada remaja . Diharapkan: perlu keterlibatan sekolah, tenaga kesehatan, orang tua dalam memberikan pemahaman pencegahan stunting pada remaja karena remaja putri harus dipersiapkan menuju usia pernikahan dan kehamilan untuk mencegah terjadinya stunting pada generasi selanjutnya.
Copyrights © 2025