Penelitian ini mengkaji peran koperasi dalam mengoptimalkan sistem rantai pasok kelapa sawit serta dampaknya terhadap kesejahteraan petani swadaya di Kabupaten Kampar, Riau. Berdasarkan dialog lapangan informal, teridentifikasi dua pola distribusi: jalur langsung dari petani ke pabrik melalui koperasi, dan jalur panjang yang melibatkan perantara. Pola distribusi kedua menyebabkan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang diterima petani lebih rendah.Temuan ini menekankan pentingnya penguatan tata kelola rantai pasok berbasis koperasi untuk meningkatkan transparansi harga, daya tawar petani, dan keberlanjutan ekonomi desa. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan transformasi digital dalam rantai pasok sawit melalui penerapan sistem informasi, pelacakan digital (traceability), Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI). Inovasi ini diharapkan mampu menyederhanakan jalur distribusi, mempercepat akses pasar, dan mendukung sistem tata niaga yang lebih transparan dan efisien di tingkat koperasi dan petani.
Copyrights © 2025