Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemain futsal di Kota Padang dalam menghindari dan melewati lawan saat melakukan teknik dasar menggiring bola. Salah satu faktor fisik yang diduga mempengaruhi keterampilan tersebut adalah kelenturan pinggang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kelenturan pinggang terhadap kemampuan menggiring bola pada pemain futsal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis korelasional. Populasi penelitian berjumlah 60 pemain futsal yang terdaftar di Asosiasi PSSI Kota Padang, sedangkan sampel terdiri dari 31 pemain yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling . Pengumpulan data dilakukan menggunakan flexiometer untuk mengukur kelenturan pinggang dan tes menggiring bola zig-zag untuk mengukur keterampilan menggiring bola. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelenturan pinggang dan kemampuan menggiring bola, dengan nilai kontribusi sebesar 50,41%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai tes kelenturan pinggang, maka semakin sedikit durasi yang dibutuhkan dalam menggiring bola. Dengan demikian, semakin baik kelenturan pinggang pemain, maka semakin baik pula kemampuannya dalam menggiring bola. Penelitian ini hanya fokus pada variabel kelenturan pinggang, sehingga disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang berpotensi mempengaruhi kemampuan menggiring bola, seperti kondisi lapangan, kualitas bola, serta aspek teknis dan psikologis lainnya.
Copyrights © 2025