Komersialisasi warisan budaya kerap memunculkan dilema antara pelestarian nilai-nilai tradisional dan kebutuhan ekonomi dalam konteks pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik dan tantangan komersialisasi dalam pengelolaan destinasi budaya, dengan mengambil studi kasus Saung Angklung Udjo di Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan perwakilan manajemen Saung Angklung Udjo. Komersialisasi oleh Saung Angklung Udjo dilakukan melalui pertunjukan interaktif, penjualan suvenir khas Sunda, serta pengembangan kuliner tradisional, yang seluruhnya dirancang untuk menjaga keberlangsungan organisasi tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saung Angklung Udjo menjalankan komersialisasi budaya secara etis, dengan melibatkan masyarakat lokal dan tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional. Komersialisasi dilakukan sebagai bentuk adaptasi, bukan penghilangan makna, sehingga budaya tetap hidup dan dikenal luas. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa warisan budaya dapat dikelola secara berkelanjutan jika didukung dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan inovatif.
Copyrights © 2025