Sate merupakan makanan yang melalui proses dengan cara dibakar. Proses pembakaran menggunakan arang dengan udara agar arang tetap menyala. Penggunaan kipas angin untuk menghasilkan angin memerlukan energi listrik yang mengakibatkan bertambahnya biaya operasional sedangkan menggunakan kipas anyaman dengan tenaga manusia dapat memperlama proses penyajian dan memerlukan tenaga dan waktu ekstra. Teknologi termoelektrik generator dengan memanfaatkan panas arang untuk menghasilkan energi listrik sehingga dapat menggerakkan kipas angin pada pemanggang sate. Pemanggang sate berbasis termoelektrik generator ini dibuat untuk digunakan pedagang sate di Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta. Metode yang digunakan persiapan dengan melakukan diskus, pelaksanaan yang terdiri dari merancang lalu dilanjutkan proses manufaktur diantaranya proses pemotongan, pengelasan dan perakitan, dan yang terakhir evaluasi dengan melakukan pengujian, pelatihan dan pemeliharaan alat. Hasil kegiatan PKM memberikan pemanggang sate dengan memanfaatkan teknologi termoelektrik generator menghasilkan tegangan 11 Volt untuk menggerakkan kipas angin dengan rata2 putaran kecepatan sebesar 5,6 m/s, adanya kipas angin pada pemanggang sate, pedagang sate dapat melakukan kegiatan lain seperti mempersiapkan bumbu, dan lainnya sehingga waktu proses dapat dimakasimalkan. dapat memaksimalkan. Kegiatan ini selain membuat dan menguji juga dilakukan pelatihan penggunaan dan pemeliharaan pemanggang sate agar pedagang sate dapat maksimal dalam menggunakannya.
Copyrights © 2025