Penelitian ini mengkaji persepsi mahasiswa terhadap implementasi Problem-Based Learning (PBL) dalam konteks pembelajaran hybrid di pendidikan tinggi Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan mahasiswa semester tiga Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Analisis tematik mengidentifikasi tiga tema utama: persepsi positif terkait fleksibilitas, akses materi, dan interaksi sebaya; tantangan berupa kendala teknis, ketidakjelasan instruksi, dan beban kognitif; serta efektivitas PBL dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan kemandirian belajar. Meskipun terdapat keterbatasan teknis dan pedagogis, mahasiswa secara umum menilai bahwa PBL dalam konteks pembelajaran hybrid merupakan pendekatan yang relevan dan bermanfaat untuk pembelajaran abad ke-21. Temuan ini menegaskan pentingnya desain instruksional yang adaptif dan dukungan institusional guna menjamin keberlanjutan implementasi PBL hybrid.
Copyrights © 2025