Pelayanan kesehatan dasar melalui puskesmas memegang peranan penting dalam penanganan penyakit ringan seperti flu dan batuk. Sejak diberlakukannya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan, terjadi perubahan signifikan dalam sistem pembiayaan dan pelayanan kesehatan di Indonesia, termasuk dalam aspek administrasi penanganan penyakit ringan di puskesmas. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi pelayanan BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi terhadap kasus flu dan batuk di Puskesmas Rambung. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada petugas administrasi BPJS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pelayanan BPJS mengikuti standar operasional yang telah ditetapkan, mulai dari pengambilan nomor antrian hingga pengambilan obat, tanpa perbedaan perlakuan antara pasien BPJS dan pasien umum. Kendala utama yang ditemukan adalah gangguan sistem dan jaringan yang memperlambat proses administrasi, namun pelayanan medis tetap berjalan dengan pencatatan manual dan komunikasi alternatif. Persepsi efektivitas pelayanan BPJS dinilai cukup efektif dengan tingkat kepuasan sekitar 80%, meskipun efektivitas ini sangat bergantung pada stabilitas sistem informasi dan kualitas sumber daya manusia. Kesimpulannya, pelayanan BPJS di puskesmas telah memberikan kemudahan akses dan administrasi yang lebih baik dalam penanganan penyakit ringan, namun perlu peningkatan infrastruktur teknologi dan pelatihan petugas untuk mengatasi kendala teknis dan meningkatkan kualitas pelayanan secara menyeluruh.
Copyrights © 2025