Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Learning Cycle 7E terhadap hasil belajar siswa pada materi suhu dan kalor di kelas XI SMAN 14 Medan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar fisika siswa yang masih di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), serta dominasi metode pembelajaran konvensional yang menyebabkan siswa kurang aktif dan sulit memahami konsep fisika secara mendalam. Model Learning Cycle 7E merupakan model pembelajaran berbasis konstruktivisme yang terdiri dari tujuh tahapan, yaitu elicit, engage, explore, explain, elaborate, evaluate, dan extend, yang dirancang untuk meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa secara bertahap dan sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu, di mana satu kelas eksperimen menggunakan model Learning Cycle 7E dan satu kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest pada kelas eksperimen adalah 47,65 dan meningkat menjadi 81,32 pada posttest, sedangkan pada kelas kontrol rata-rata nilai pretest sebesar 46,76 dan posttest sebesar 71,47. Analisis uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan model Learning Cycle 7E dan metode konvensional (t hitung = 4,12 > t tabel = 1,997). Dengan demikian, penerapan model Learning Cycle 7E secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi suhu dan kalor dibandingkan dengan metode konvensional.
Copyrights © 2025