Lagu Nangi Dana Tambora merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya lisan masyarakat Bima yang merekam memori kolektif atas peristiwa letusan Gunung Tambora tahun 1815. Lagu ini mengandung simbol-simbol budaya yang mencerminkan trauma ekologis, penderitaan sosial, dan upaya rekonstruksi identitas kolektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan simbol-simbol budaya dalam lirik lagu tersebut menggunakan pendekatan antropolinguistik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis teks, dokumentasi, dan wawancara dengan tokoh adat lokal. Hasil penelitian menunjukkan lima simbol utama: langit kelabu, asap hitam, tangisan diam, pilu rasa, dan pengulangan bait sebagai bentuk performatif budaya. Simbol-simbol ini tidak hanya merepresentasikan peristiwa bencana, tetapi juga berfungsi sebagai media penyembuhan emosional dan pelestarian nilai budaya masyarakat Bima. Lagu ini memainkan peran penting sebagai praktik budaya yang hidup, sekaligus sebagai alat artikulasi identitas, solidaritas, dan memori kolektif pascabencana. Temuan ini memperkuat relevansi pendekatan antropolinguistik dalam menganalisis warisan budaya lisan yang sarat makna sosial dan historis.
Copyrights © 2025