Paparan sinar matahari berlebihan menimbulkan efek merugikan bagi kulit seperti eritema, immediate pigmen darkening, fotoaging dan fotokarsinogenik. Salah satu upaya untuk mencegah yaitu menggunakan tabir surya. Daun mint (Mentha piperita L.) mengandung senyawa flavonoid yang memiliki sifat antioksidan yang sangat tinggi. Selain memiliki antioksidan yang sangat tinggi, flavonoid juga merupakan komponen yang dapat menangkal radikal induksi ultraviolet sehingga berpotensi sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tabir surya pada daun mint berdasarkan nilai Sun Protection Factor (SPF), persentase transmisi eritema (%Te), dan persentase transmisi pigmentasi (%Tp) secara in vitro. Metode ekstraksi dilakukan dengan metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) dengan variasi suhu 50˚C, 60˚C, 70˚C dan lama waktu 10 menit, 20 menit, 30 menit. Pengujian aktivitas tabir surya dilakukan tehadap semua sampel pada konsentrasi 100, 200, dan 300 ppm yang meliputi penentuan nilai Sun Protection Factor (SPF), persentase transmisi eritema (%Te), dan persentase transmisi pigmentasi (%Tp) ekstrak daun mint dengan menggunakan spektrofotometer UV (panjang gelombang 2990-320 nm). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak paling baik terdapat pada variasi lama waktu ekstraksi 30 menit dengan suhu ekstraksi 70˚C.
Copyrights © 2025