Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tim internal Puskesmas dalam menyusun Rencana Kebutuhan Obat (RKO) berbasis efisiensi harga dan data historis pemakaian. Sebanyak 17 peserta yang terdiri dari tenaga kefarmasian, pengelola program JKN, serta kepala tata usaha dan perencana mengikuti pelatihan yang menggabungkan metode simulasi efisiensi harga obat, analisis perbandingan e-Catalogue dan harga pasar, serta penyusunan template audit pengadaan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa 54% item obat lebih murah di e-Catalogue, sementara 46% lainnya justru lebih mahal, dengan potensi penghematan bersih sebesar Rp2.809.000. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 24,6 poin pada kelompok tenaga kefarmasian. Refleksi peserta menunjukkan perubahan cara pandang terhadap penyusunan RKO yang selama ini dilakukan tanpa analisis mendalam. Kegiatan ini juga memunculkan inisiatif pembentukan tim mini audit pengadaan obat internal sebagai bentuk perbaikan tata kelola berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis data mampu meningkatkan efisiensi, kolaborasi lintas profesi, dan akuntabilitas pengadaan di FKTP.
Copyrights © 2025