Penelitian ini mengkaji pengaruh latihan interval dan latihan sirkuit terhadap daya tahan aerobik (VO₂Max) dalam hal kelincahan pada atlet basket remaja. Dengan menggunakan desain faktorial 2x2, dua puluh empat atlet laki-laki berusia 12–14 tahun dari NASA Basketball Club di Lombok Barat dibagi ke dalam kelompok latihan interval atau latihan sirkuit, masing-masing dibagi lagi berdasarkan tingkat kelincahan (tinggi atau rendah). Intervensi berlangsung selama enam minggu dengan tiga sesi per minggu. VO₂Max diukur menggunakan Multistage Fitness Test, sementara kelincahan dievaluasi dengan Shuttle Run Test. Hasil menunjukkan bahwa kedua metode latihan secara signifikan meningkatkan VO₂Max. Latihan interval lebih efektif untuk atlet dengan kelincahan tinggi, sedangkan latihan sirkuit memberikan peningkatan konsisten untuk mereka yang memiliki kelincahan lebih rendah. Interaksi yang signifikan antara jenis latihan dan kelincahan teridentifikasi, menunjukkan bahwa kelincahan memoderasi dampak latihan terhadap VO₂Max. Temuan ini menyoroti pentingnya pendekatan latihan yang dipersonalisasi berdasarkan karakteristik atlet untuk mengoptimalkan hasil kinerja aerobik. Studi lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi adaptasi jangka panjang dan populasi atlet yang lebih luas.
Copyrights © 2025