Indonesia dikenal sebagai satu di antara banga dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Berdasarkan data dari Baserta Pusat Statistik (BPS) pada pertengahan tahun 2024, total penduduk Indonesia mencapai sekitar 281,6 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, mayoritas atau sekitar 86,88% (sekitar 236,53 juta jiwa) memeluk agama Islam. Fakta ini memperlihatkan bahwa Indonesia mempunyai potensi besar dalam pengembangan industri makanan halal. Kajian ini mengambil fokus pada perilaku konsumen Muslim di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Maksudnya adalah untuk mengetahui sejauh mana aspek-aspek seperti tanda halal, tingkat religiusitas, selera, serta harga memengaruhi ketetapan transaksi konsumen di restoran cepat saji Richeese Factory. Analisis data dilaksanakan memanfaatkan metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Kondisi ini disebabkan oleh kepercayaan konsumen pada sertifikasi halal Richeese Factory dari MUI, sehingga tanda tersebut belum menjadi aspek utama dalam pertimbangan mereka. Sebaliknya, aspek religiusitas, selera pribadi, serta harga terbukti mempunyai peran penting dalam membentuk ketetapan transaksi konsumen Muslim. Temuan ini menegaskan bahwa aspek-aspek non-tanda mempunyai pengaruh yang lebih besar pada perilaku konsumsi, khususnya di kalangan masyarakat Muslim.
Copyrights © 2025