Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja profitabilitas PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sebelum dan sesudah merger tahun 2021. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif-verifikatif, menggunakan data sekunder dari laporan keuangan periode 2017–2024. Analisis dilakukan melalui empat indikator utama, yaitu Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Net Imbalan (NI), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada ROA dan ROE setelah merger, mencerminkan efisiensi yang lebih baik dalam penggunaan aset dan modal. BOPO dan Net Imbalan mengalami penurunan, hal ini menunjukkan peningkatan efisiensi operasional, dan perlunya penguatan strategi pendapatan margin syariah. Secara keseluruhan, merger BSI terbukti meningkatkan efisiensi dan profitabilitas, meskipun masih dibutuhkan inovasi pada produk dan layanan syariah. Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen, regulator, dan peneliti dalam mendorong penguatan sektor perbankan syariah di Indonesia.
Copyrights © 2025