Laut dan pulau-pulau kecil memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang sangat penting, terutama bagi masyarakat pesisir di negara kepulauan seperti Indonesia. Namun, kawasan ini menghadapi berbagai tantangan serius seperti degradasi ekosistem, eksploitasi berlebihan, konflik ruang, dan dampak perubahan iklim. Artikel ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pendekatan pengelolaan yang efektif dalam mewujudkan keberlanjutan wilayah laut dan pulau kecil. Beberapa pendekatan yang dikaji meliputi pengelolaan berbasis masyarakat (CBM), perencanaan ruang laut atau marine spatial planning (MSP), serta kawasan konservasi laut berbasis teknologi. Selain itu, tinjauan terhadap kebijakan nasional dan peran kelembagaan menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor, partisipasi lokal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Konsep ekonomi biru juga dibahas sebagai strategi alternatif untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan melalui ekowisata bahari, budidaya laut berkelanjutan, dan inovasi produk kelautan lokal. Kajian ini merekomendasikan sinergi antara pendekatan ekologis, sosial, dan kelembagaan sebagai dasar bagi tata kelola laut dan pulau kecil yang berkelanjutan dan inklusif
Copyrights © 2025