Claim Missing Document
Check
Articles

Antibacterial activity of Rhizophora apiculata leaf extract against Edwardsiella tarda bacteria Kurniawan, Ronal
Jurnal Natur Indonesia Vol 19, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.19.1.13-17

Abstract

Aquaculture production is vulnerable to adverse impacts to disease and environmental conditions. One of the pathogenic bacteria that infection cultured is Edwardsiella tarda. The aim of this study was to find out the sensitivity of R.apiculata leaf extract in inhibiting the growth of E.tarda. The research method used is the experimental method, with the Kirby-Bauer disc method. The doses used were 100% (10000 ppm), 90% (9000 ppm), 80% (8000 ppm), 70% (7000 ppm), 60% (6000 ppm), 50% (5000 ppm), 40% (4000 ppm), 30% (3000 ppm), 20% (2000 ppm), 10% (1000 ppm) and control (Oxytetracycline), blank discs used were 6 mm in size. The results showed that the ethanolic extract of the leaves of R. apiculata at a dose of 1000-10000 ppm gave various inhibitory diameters ranging from 6.27-9.87 mm and presenting inhibition zone diameters in the medium category
Inhibition Test of Hot Water Extract of Rhizophora apiculata Leaves Against Edwardsiella tarda Bacteria in-Vitro Kurniawan, Ronal; Wahyuni, Sri; Armando, Fitrian
Jurnal Natur Indonesia Vol 20, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.20.1.30-34

Abstract

One of the plants that have the potential as antibacterial ingredients is Rhizophora apiculata leaf because it contains secondary metabolites, such as tannins, saponins, flavonoids, steroids, and terpenoids. This study aims to find out the inhibition of hot water extract of R. apiculata leaves in inhibiting the growth of Edwardsiella tarda. The research method used is an experimental method which includes sample preparation, extraction, antibacterial activity test using the Kirby-Bauer disc method and applying a Completely Randomized Design (CRD). The doses used were 100% (10000 ppm), 90% (9000 ppm), 80% (8000 ppm), 70% (7000 ppm), 60% (6000 ppm), 50% (5000 ppm), 40% (4000 ppm), 30% (3000 ppm), 20% (2000 ppm), 10% (1000 ppm) and control (Oxytetracycline). The results showed that the hot water extract of R. apiculata leaves at a dose of 1000-10000 ppm gave various inhibitory diameters ranging from 6.25-10.08 mm and the clear zone formed was classified as medium
PENGARUH PENAMBAHAN SUPLEMEN HERBAL PADA PAKAN TERHADAP DIFERENSIASI LEUKOSIT IKAN DAN SINTASAN IKAN PATIN (Pangasionodon hypopthalmus) Ronal Kurniawan; Henny Syawal; Irwan Effendi
Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia Vol 8, No 2 (2020): JURNAL AKUAKULTUR RAWA INDONESIA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jari.v8i2.12761

Abstract

The use of herbal supplements is an alternative to increase food security, because it can stimulate fish appetite and increase fish immunity against disease. The aims of this research to know the total leukocytes, leukocyte differentiation and survival rate of striped catfish fed with dosage fermented herbal supplements, and to obtain the best dosage. The implementation of research was from June until August 2019 at the Parasites and Fish  Diseases Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine, Riau University. The method used is a completely randomized design (CRD), with four treatments and three replications, namely P0 (without the addition of herbal supplements), P1 (herbal supplement dose 100 mL / kg of feed), P2 (200 mL / kg of feed), and P3 (300 mL / kg of feed). Maintenance of fish is carried out for 60 days, with a stocking density of 50 fish / m. The results showed that the herbal supplementation at a dose of 200 mL / kg of feed (P2) was the optimal dosage in stimulating total leukocytes and differentiation of catfish leukocytes. P2 treatment resulted in total leukocytes of 11.26 x 104 cells/mm3, further differentiation of leukocytes such as lymphocytes, monocytes, neutrophils and platelets of 81.67%, 6.33%, 5.67% and 6.33%. In addition it produces a survival rate of 100%. Key words : Fermented herbal supplement, striped catfish, total leukocytes
The effect of herbal supplement feeding and different stocking density on the growth rate of striped catfish, Pangasianodon hypophthalmus (Sauvage, 1878) Henny Syawal; Irwan Effendi; Ronal Kurniawan
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 20 No 2 (2020): June 2020
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v20i2.521

Abstract

Striped catfish Pangasianodon hypophthalmus (Sauvage, 1878) has a high economic value and relatively fast growth, so that optimum stocking density and supplement of natural ingredients, such as Curcuma domestica Val., Kaempferia galanga Linn., and Curcuma xanthorriza Robx. can increase growth and immunity. This study aimed to obtain the optimum stocking density and herbal supplement dosage in feed to increase the growth and survival rates of striped catfish. An experimental method by applying factorial design was used, i.e. the dose and stocking density factors. The dosage of herbal supplements used were 100 mL kg-1 feed (D1), 200 mL kg-1 (D2) and 300 mL kg-1 (D3). Stocking density used was 50 m-3 (P1) and 75 m-3 (P2). The fish used were 8.5±0.5 cm long and weighed 7.5±0.3 g, kept in floating cages of 1 m x 1.5 m x 1 m. Fish maintenance was carried out for 60 days with feeding frequency of three times a day, as much as 10% of body weight. The results showed that the treatment of 200 mL kg-1 dosage and 75 m-3 stocking densities was the best treatment. This treatment showed that specific growth rate, absolute weight, absolute length and feed efficiency were 4.86%, 119.07 g, 15.45 cm, 82.93%, respectively. A supplement dose of 200 mL kg-1 in feed and stocking densities of 75 m-3 could increase growth rates, survival, and feed utilization efficiency of striped catfish. Abstrak Ikan jambal siam Pangasianodon hypophthalmus (Sauvage, 1878) memiliki nilai ekonomis tinggi dan pertumbuhan yang relatif cepat, sehingga dibutuhkan padat penebaran yang optimum dan suplemen pakan berbahan alami, seperti kunyit (Curcuma domestica Val), kencur (Kaempferia galanga, Linn) dan temulawak (Curcuma xanthorriza Robx) yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan imunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan padat tebar dan dosis suplemen herbal yang optimum dalam pakan terhadap peningkatkan laju pertumbuhan dan sintasan ikan jambal siam. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menerapkan Rancangan Faktorial, yakni faktor dosis dan padat tebar. Dosis suplemen herbal yang digunakan, yaitu 100 mL kg-1 pakan (D1), 200 mL kg-1 pakan (D2) dan 300 mL kg-1 pakan (D3). Padat tebar yang digunakan adalah 50 ekor m-3 (P1) dan 75 ekor m-3 (P2). Ikan jambal siam yang digunakan berukuran panjang 8,5±0,5 cm dan bobot 7,5±0,3 g, dipelihara di dalam keramba jaring apung berukuran 1 m x 1,5 m x 1 m. Pemeliharaan ikan dilakukan selama 60 hari, frekuensi pemberian pakan sebanyak tiga kali sehari, sebanyak 10% dari bobot tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar dan dosis suplemen herbal yang optimum ditunjukkan oleh perlakuan dosis 200 mL kg-1 dan padat tebar 75 ekor m-3 menghasilkan laju pertumbuhan spesifik, bobot mutlak, dan panjang mutlak sebesar 4,86%, 119,07 g, dan 15,45 cm, serta dapat meningkatkan efisiensi pakan 82,93%. Disimpulkan bahwa dosis suplemen 200 mL kg-1 pada pakan dan padat tebar 75 ekor m-3 dapat meningkatkan laju pertumbuhan, sintasan, dan efisiensi pemanfaatan pakan.
Sensitivitas Ekstrak Daun Rhizophora apiculata Menghambat Pertumbuhan Bakteri Aeromonas hydrophila Henni Syawal; Yuharmen Yuharmen; Ronal Kurniawan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.932 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1467

Abstract

Tanaman mangrove Rhizophora apiculatamemiliki potensi yang sangat besar digunakan dalam bidang fitofarmakasebagai bahanantibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sensitivitas daun R. apiculata yang diekstraksi menggunakan 4 jenis bahan pelarut berbeda, yaitu etanol, air panas, etil asetat, dan n-heksana terhadap Aeromonas hydrophila. Metode yang digunakan pertama pembuatan ekstrakdaun R. apiculata dengan pelarut etanol 96%, yang selanjutnya dipartisi menggunakan pelarut air panas, etil asetat, dan n-heksana. Kemudian dilakukan uji sensitivitas (zona hambat)  ekstrak daunR. apiculata terhadap  A. hydrophila. Konsentrasi ekstrakdaun R. apiculata dari setiap jenis pelarut yang digunakan adalah 1000, 2000, 3000, 4000, 5000, 6000, 7000, 8000, 9000, 10000ppm, sebagai kontrol digunakan antibiotik oxytetracyclin, disc  blank yang digunakan berukuran 6mm. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun R. apiculata yang diekstraksi menggunakan pelarut berbeda pada dosis 1000 sampai 10000 ppm mampu menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila, yakni berkisar antara 6,15-9,08 mm dengan pelarut etanol, air panas berkisar antara 6,20-8,50 mm, etil asetat berkisar antara 7,55-12,03 mm, dan n-heksana berkisar antara 6,15-8,45. Simpulan yang diperoleh bahwa ekstrak etil asetat lebih sensitif dibandingkan pelarut lainnya terhadap pertumbuhan A. hydrophila. Kata kunci :Rhizophora apiculata, Aeromonas hydrophila, Bahan Pelarut, dan                   Sensitivitas
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SUPLEMEN HERBAL PADA PELLET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Ronal Kurniawan; Henni Syawal; Irwan Effendi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.14 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1613

Abstract

Penggunaan tumbuhan sebagai alternatif suplemen pakan memiliki kelebihan, salah satunya bersifat bio-degradable dan ramah lingkungan, serta mudah ditemukan di alam, seperti kunyit, temulawak, dan kencur. Tumbuhan ini bersifat antibakteri dan antimikroba, serta meningkatkan laju pertumbuhan dan sistem imun ikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas dari penambahan suplemen herbal pada pakan buatan dalam meningkatkan laju pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni s/d Agustus 2019, di Waduk Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (dosis suplemen 100 mL/kg pakan), P2 (200 mL/kg), P3 (300 mL/kg). Ikan dipelihara dengan padat tebar 75 ekor/m3, panjang 7 cm dan bobot 6 g, serta dipelihara selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan buatan dengan penambahan suplemen herbal mampu meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan ikan patin. Dosis pemberian suplemen herbal sebesar 200 mL/kg pakan menghasilkan laju pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan ikan patin terbaik, menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 119,08 g, laju pertumbuhan spesifik 4,86%/hari, panjang mutlak 15,45 cm, konversi pakan 1,21, efisiensi pakan 82,93% dan tingkat kelulushidupan 100%. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang mendukung untuk pertumbuhan ikan patin, yaitu suhu berkisar antara 26,9-30,2oC, oksigen terlarut berkisar antara 4,3-6,1 mg/L, dan pH berkisar antara 6,1-6.8.
Inhibition Zone Test of Chaetomorpha sp. Extract Against Aeromonas hydrophilla and Vibrio sp. Bacteria Sri Wahyuni; Mohamad Gazali; Ronal Kurniawan
Jurnal Natur Indonesia Vol 20, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.20.2.50-54

Abstract

Chaetomorpha sp. is a green algae that has anti-bacterial compounds and at certain times found very much. The purpose of this study was to see the inhibition zone produced from the ethanol extract of Chaetomorpha sp. against A. hydrophilla and Vibrio sp. This research was done in March 2022. Extraction of Chaetomorpha sp., antibacterial effectiveness testing was done at the Biotechnology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine, Riau University. The method used is descriptive method. Sensitivity test was performed using the Kirby Bauer disc method. To reduce the error rate, it was repeated three times. The doses of macroalgae extract used were, doses of 100% (10,000 ppm), 90% (9,000 ppm), 80% (8,000 ppm), 70% (7000 ppm), 60% (6000 ppm), 50% (5000 ppm), 40 % (4000 ppm), 30% (3000 ppm), 20% (2000 ppm), 10% (1000 ppm) and control (Oxytetracycline). Based on the observations, it was found that the use of ethanol extract of Chaetomorpha sp. The result is able to inhibit the growth of bacteria A. hydrophilla and Vibrio sp. at the highest dose (10000 ppm) in an range of 13.5 -14.5 mm which was classified as strong category, the lowest dose was at 5000 ppm as moderate category.
Sensitivitas Ekstrak Daun Rhizophora apiculata Menghambat Pertumbuhan Bakteri Aeromonas hydrophila Henni Syawal; Yuharmen Yuharmen; Ronal Kurniawan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.932 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1467

Abstract

Tanaman mangrove Rhizophora apiculatamemiliki potensi yang sangat besar digunakan dalam bidang fitofarmakasebagai bahanantibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sensitivitas daun R. apiculata yang diekstraksi menggunakan 4 jenis bahan pelarut berbeda, yaitu etanol, air panas, etil asetat, dan n-heksana terhadap Aeromonas hydrophila. Metode yang digunakan pertama pembuatan ekstrakdaun R. apiculata dengan pelarut etanol 96%, yang selanjutnya dipartisi menggunakan pelarut air panas, etil asetat, dan n-heksana. Kemudian dilakukan uji sensitivitas (zona hambat)  ekstrak daunR. apiculata terhadap  A. hydrophila. Konsentrasi ekstrakdaun R. apiculata dari setiap jenis pelarut yang digunakan adalah 1000, 2000, 3000, 4000, 5000, 6000, 7000, 8000, 9000, 10000ppm, sebagai kontrol digunakan antibiotik oxytetracyclin, disc  blank yang digunakan berukuran 6mm. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun R. apiculata yang diekstraksi menggunakan pelarut berbeda pada dosis 1000 sampai 10000 ppm mampu menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila, yakni berkisar antara 6,15-9,08 mm dengan pelarut etanol, air panas berkisar antara 6,20-8,50 mm, etil asetat berkisar antara 7,55-12,03 mm, dan n-heksana berkisar antara 6,15-8,45. Simpulan yang diperoleh bahwa ekstrak etil asetat lebih sensitif dibandingkan pelarut lainnya terhadap pertumbuhan A. hydrophila. Kata kunci :Rhizophora apiculata, Aeromonas hydrophila, Bahan Pelarut, dan                   Sensitivitas
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SUPLEMEN HERBAL PADA PELLET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Ronal Kurniawan; Henni Syawal; Irwan Effendi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.14 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1613

Abstract

Penggunaan tumbuhan sebagai alternatif suplemen pakan memiliki kelebihan, salah satunya bersifat bio-degradable dan ramah lingkungan, serta mudah ditemukan di alam, seperti kunyit, temulawak, dan kencur. Tumbuhan ini bersifat antibakteri dan antimikroba, serta meningkatkan laju pertumbuhan dan sistem imun ikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas dari penambahan suplemen herbal pada pakan buatan dalam meningkatkan laju pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni s/d Agustus 2019, di Waduk Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (dosis suplemen 100 mL/kg pakan), P2 (200 mL/kg), P3 (300 mL/kg). Ikan dipelihara dengan padat tebar 75 ekor/m3, panjang 7 cm dan bobot 6 g, serta dipelihara selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan buatan dengan penambahan suplemen herbal mampu meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan ikan patin. Dosis pemberian suplemen herbal sebesar 200 mL/kg pakan menghasilkan laju pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan ikan patin terbaik, menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 119,08 g, laju pertumbuhan spesifik 4,86%/hari, panjang mutlak 15,45 cm, konversi pakan 1,21, efisiensi pakan 82,93% dan tingkat kelulushidupan 100%. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang mendukung untuk pertumbuhan ikan patin, yaitu suhu berkisar antara 26,9-30,2oC, oksigen terlarut berkisar antara 4,3-6,1 mg/L, dan pH berkisar antara 6,1-6.8.
Growth, Mortality, Exploitation Rate, and Recruitment of Blood Clam (Anadara granosa) in the Rangsang Barat Waters, Riau Province Efriyeldi Efriyeldi; Ronal Kurniawan
Jurnal Natur Indonesia Vol 21, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.21.1.7-14

Abstract

Growth, mortality, exploitation rate, and recruitment of Anadara granosa cockle in Rangsang Barat coastal waters were studied from July to October  2019. The objective of this research was to study growth. mortality. exploitation rate and recruitment of A granosa cockle. Sampling was done monthly at three main stations. The cockle collected from plot 1 x 1 m2  on quadrat transect. The result showed that the asymptotic length (L∞) of P. acutidens was 30.45 mm. annual growth coefficient (K) was 0.83 per year. The total mortality (Z)  was 4.46 per year.  natural mortalities (M) was 1.60  per year and fishing mortalities (F) was 2.86 per year. The rate of exploitation (E = 0.64) of blood clams in Rangsang Barat waters has begun to threaten sustainability. The recruitment occurred every month. the peaks occurred in July  (13.83 %) dan August (13.08 %).
Co-Authors Ahmed Al-Harbi Al Zikri, Muhammad Abdillah Alfiati Silfi Alfinda, Rudi Ali Sarong Angraika Dirta Apriliani, Elisa Armando, Fitrian Asiddiqqi, Hasby Asmika Harnalin Simarmata Asri Mursawal Asri Mursawal Atthoriq, Fawwaz AZUZ, FAIDAH Davinci, Leonardo Deni Efizon Dessy Yoswaty Diana, Fitri Dimas Gusriansyah Eddiwan Kamaruddin Efawani, Efawani Efriyani, Intan Efriyeldi, Efriyeldi Eka Lisdayanti Fakhrurozi, Fakhrurozi Fikri, Algi Fari Firmansyah, Rodhi Fitri Kurniati, Fitri Fitrian Armando Fitrian Armando Gusriansyah, Dimas Hayatun Nufus Hayatun Nufus Hayatun Nufus Hendri Kurniawan, Hendri Hendriyantoni, Agus Henni Syawal Henny Syawal Henny Syawal Hermawan, Reza Husnul Yaqin Harahap Husnul Yaqin Harahap, Husnul Yaqin Iesje Lukistyowati Ika Kusumawati Irwan Effendi Irwan Irwan Irwan Limbong Karnila, Rahman Karnila Karsih, Okta Rizal M Irsyad Nur M Irsyad Nur, M Irsyad M Rizal M. Ali Darmawan Mahdiyah, Evfi Mai Suriani Marbun, Serliana Hotmariska Mardhatila, Anisa Masjudi, Heri Mega Novia Putri Mega Novia Putri Meliana, Annisa Mohamad Gazali Mohamad Gazali Muhammad Natsir Kholis Muhammad Rizal Razman Munandar Munandar Mursawal, Asri Nabila Afifah Azuga Nabila, Nuryuni Nafisah Eka Puteri Nasita, Abian Surya Nisfi Maulidia Nasution Nur Ikhlas Syuhada Nur Ikhlas Syuhada Nur Ikhlas Syuhada, Nur Ikhlas NURLAELA NURLAELA Nursyirwani, Nursyirwani Nurul Hidayat Okta Rizal Karsih Okta Rizal Karsih Oktavia Oktavia Priowirjanto, Gatot Hari Pulungan, Amar Doli Putri, Mega N. Putri, Mega Novia Putri, Nadila Yusmi Putri, Rianti Rahmiza, Nurul Ramadhan, Azhari Ramanda, Reski Riki Saputra, Riki Riswan, M Rita Rostika Rizka Aprisanti Rizki Lestari Rizvi, Fharisa Nabila Rizvi, Fharisa Putri Rulyanti, Mairisa Rusliadi Rusliadi Sahputri, Herliza Khairani Samudra, Arung Saputri, Jumaida Sari, Mira Rahmita Saryono Saryono Shofian Nanda Adiprayoga Shorea Khaswarina Siregar, Ade Nanda Febrian Sri Endang Kornita Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Syahputra, Tomi Syahril Nedi Syahroni, Desty Syam, Anandasya Suci Nabila Tirta Anugerah Tomi Syahputra Ulfi Laili Astika Ulfi Laili Astika Usiani, Lulu Usman Muhammad Tang Windarti Windarti Windarti Windarti Yuharmen - Yulindra, Ade Zidni, Irfan