Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dikenal sebagai “silent killer” karena gejalanya sering tidak disadari. Di Indonesia, prevalensinya meningkat dari 25,8% (2013) menjadi 34,1% (2018), termasuk di Nusa Tenggara Timur. Daun kelor (Moringa Oleifera) diketahui memiliki potensi sebagai terapi herbal untuk menurunkan tekanan darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarkat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat daun kelor sebagai terapi hipertensi melalui edukasi berbasis video. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah fokus grup diskusi (FGD) dengan alat bantu media video edukasi. Sasaran kegiatan berjumlah 20 orang peserta, terdiri dari 10 partisipan luring dan 10 responden daring. Edukasi diberikan melalui video yang ditonton secara langsung maupun melalui tautan YouTube. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah edukasi, dengan nilai rata-rata post-test lebih tinggi dari pre-test sebesar 70%. Edukasi dengan memanfaatkan alat bantu media video terbukti menjadi metode efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan daun kelor sebagai terapi non-farmakologis untuk hipertensi. Metode ini dapat digunakan secara luas dalam promosi kesehatan masyarakat.
Copyrights © 2025