Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025

Kritik Terhadap Teori Fisik Kriminal dalam Kriminologi Klasik: Studi Kasus Kretschmer dan Relevansinya Saat Ini

Alpiah Handayani Kembaren (Unknown)
Hudi Yusuf (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Aug 2025

Abstract

Teori konstitusionalisme yang dikembangkan oleh Ernst Kretschmer mencoba menghubungkan bentuk tubuh manusia dengan kecenderungan kepribadian dan perilaku kriminal. Dalam klasifikasinya, Kretschmer mengaitkan tipe fisik tertentu seperti athletic, asthenic, dan pyknic dengan predisposisi terhadap tindak kejahatan atau gangguan psikis tertentu. Meskipun teorinya menjadi fondasi awal bagi pendekatan biologis dalam kriminologi, pendekatan ini kini menuai kritik tajam karena dianggap reduksionis, tidak ilmiah, dan berpotensi menjustifikasi diskriminasi berbasis fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ulang validitas teori Kretschmer dalam konteks kriminologi modern. Dengan metode studi pustaka dan tinjauan komparatif terhadap temuan-temuan empiris kontemporer, jurnal ini menunjukkan bahwa hubungan antara bentuk tubuh dan kriminalitas tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Kriminalitas lebih dipengaruhi oleh faktor sosiologis, psikologis, dan lingkungan seperti pengaruh teman sebaya, tekanan ekonomi, serta pola asuh keluarga. Oleh karena itu, penggunaan teori fisik dalam kriminologi harus ditinjau ulang secara kritis untuk mencegah bias dan pelabelan sosial yang keliru.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jicn

Publisher

Subject

Other

Description

Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu ...