PT.XYZ fuel terminal ialah unit entitas yang menjalankan aktivitas penimbunan, penyaluran dan penerimaan BBM yang akan disalurkan ke masyarakat. Prosedur penerimaan bahan bakar di PT. XYZ fuel terminal yaitu penerimaan BBM kedatangan kapal tanker, dan melakukan penyimpanan bahan bakar minyak di tangki timbun, kemudian akan disalurkan memakai mobil tangki ke SPBU. Dalam proses pengisian bahan bakar minyak terdapat 7 risiko yang memungkinkan terjadi. Ketujuh risiko dianalisis menggunakan metode grey Failure Mode And Effect Analysis. Dari hasil analisis memakai metodologi grey FMEA, prioritas risiko dengan nilai grey terkecil adalah tumpahan minyak pada area fillng shed dengan nilai 0,513 dan nomor sales order belum terbaca pada sistem OSDS nilai 0,621. Untuk menentukan akar masalah dari risiko prioritas digunakan metode Root Cause Analyisis untuk akar masalah tumpahan minyak pada area fillng shed adalah rusaknya flow meter, kesalahan pemindahan koneksi bottom loader di mobil tangki, pengaturan pada saat menyetel minyak yang hendak diisi lebih banyak dari permintaan di loading instruction lebih banyak dari permintaan di loading instruction (LI), security dan awak mobil tangki tidak memeriksa kondisi mobil tangki sebelum melakukan pengisian, rusaknya Bulk Meter. Sedangkan nomor sales order belum terbaca pada sistem OSDS diakibatkan oleh terjadinya gangguan jaringan pada sistem dari bank dan gangguguan sistem dari XYZ, keterlambatan penyetoran dari pelanggan (SPBU), data SO (sales order) belum masuk ke database OSDS karena keterlambatan atau kesalahan sistem, penyetoran dari pelanggan (SPBU) tidak pada jam operational atau jam kerja perusahaan, kesalahan pengetikan nomor SO (sales order) pada saat diinput ke sistem distribusi.
Copyrights © 2025