Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Perbandingan Metode Moving Average Dengan Exponential Smoothing Dalam Peramalan Pemakaian Filter 5 Micron yusup, yusup; sarungu, selvia; iskandar, raden andang
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 5 Nomor 1 Agustus 2024
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/teknosains.v5i1.80

Abstract

Pengolahan Filter 5 Micron marupakan salah satu material yang digunakan diindustri migas karena pemakaian filter 5 Micron setiap bulannya tidak menentu sehingga membutuhkan peramalan. Peramalan adalah suatu cara untuk memperkirakan keadaan dimasa yang akan datang melalui pengujian keadaan dimasa lalu dengan menggunakan metode Moving Average dan Exponential Smoothing. Peramalam pemakaian filter 5 Micron dengan membandingkan metode Moving average dan Exponential Smoothing untuk bulan Januari, Februari dan Maret tahun 2024. Exponential Smoothing dengan ? = 0,04 mendapatkan nilai MAD = 82,88061, MSE = 19.786,8 dan MAPE = 62%.
Analisis Perbandingan Metode Moving Average Dengan Exponential Smoothing Dalam Peramalan Pemakaian Filter 5 Micron yusup, yusup; sarungu, selvia; iskandar, raden andang
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 5 Nomor 1 Agustus 2024
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/teknosains.v5i1.80

Abstract

Pengolahan Filter 5 Micron marupakan salah satu material yang digunakan diindustri migas karena pemakaian filter 5 Micron setiap bulannya tidak menentu sehingga membutuhkan peramalan. Peramalan adalah suatu cara untuk memperkirakan keadaan dimasa yang akan datang melalui pengujian keadaan dimasa lalu dengan menggunakan metode Moving Average dan Exponential Smoothing. Peramalam pemakaian filter 5 Micron dengan membandingkan metode Moving average dan Exponential Smoothing untuk bulan Januari, Februari dan Maret tahun 2024. Exponential Smoothing dengan ? = 0,04 mendapatkan nilai MAD = 82,88061, MSE = 19.786,8 dan MAPE = 62%.
Usulan Penerapan Metode Six Sigma dengan Pendekatan DMAIC pada Pengendalian Kualitas Produk Air Anion Exchange No.2 Demin Plant di PT. XYZ Azizah, Andi Muna; Iskandar, Raden Andang; Parji, Parji
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 2 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i2.41805

Abstract

Quality control is a crucial factor that plays a major role in ensuring company operations run effectively and efficiently. This study aims to determine what factors cause defects in products that can affect water quality as well as to determine the sigma level and defect rate of Anion Exchange No.2 water products in three months. In data processing using the Six Sigma method with five stages known as DMAIC (define, measure, analyze, improve, and control). The use of the DMAIC stage aims to improve product quality control and reduce costs incurred due to defective products. The most influential factor in the production of Anion Exchange No.2 water is the material factor. From this research, it is known that the average DPMO value is 15980,38 and sigma value is 3,74 which is the achievement of the average sigma level of the Indonesia industry with a level value of 3 sigma.
Pengendalian Persediaan Oli di PT. XYZ dengan Menggunakan Metode Analisis ABC Basir, Muh; Sarungu, Selvia; Iskandar, Raden Andang
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 2 (2025): April
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i2.42222

Abstract

PT. XYZ is a company that supplies lubricants and fuel for both the automotive and mining industries. This research examines oil inventory control in the warehouse. PT. XYZ using the ABC Analysis method. Previously PT. XYZ does not yet use the ABC Analysis method in inventory control. The aim of this research is to find out how to control oil supplies at PT. XYZ and to find out oil inventory control at PT. XYZ using the ABC Analysis method. Then the results of this research have found three groups which fall into categories A, B, and C. The type of oil that falls into category A has a total rupiah value absorption of Rp. 4,878,859,430 or equal to 70.28% of the total rupiah value, which consists of 6 types of oil or equal to 13.23% of the total of all types of oil. Then the type of oil that falls into category B has a total rupiah value absorption of Rp. 1,351,126,100 or the same as 19.46% of the total rupiah value, which consists of 6 types of oil or the same as 22.44% of the total of all types of oil. And the type of oil that falls into category C has a total rupiah value absorption of R. 712,058,180 or the same as 10.26% of the total rupiah value, which consists of 15 types of oil or the same as 64.33% of the total of all types of oil.
Akurasi Pengukuran Metode Manual Deeping pada Proses Custody Transfer dengan Perbandingan pada Penerapan Automatic Tank Gauge di Terminal Pertamina Lawe Lawe Aditya, Muhammad Zelhan; Iskandar, Raden Andang; Wardhani, Rachmasari Pramita
Indonesian Research Journal on Education Vol. 3 No. 3 (2023): irje 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v3i3.1191

Abstract

Terminal minyak perusahaan PT. P di Lawe Lawe adalah salah satu bagian atau area operasi PT.P yang terletak di desa Lawe-Lawe, kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada titik 01.18.42" S Lintang dan 116.42.10" E bujur sekitar 20Km barat daya Balikpapan. Lawe Lawe Terminal bertugas sebagai tempat penampungan minyak mentah/storage plant dari tanker yang dibongkar via SBM dan menerima transfer Sepinggan/Yakin crude oil dari crude process unit, kemudian di transfer ke kilang Balikpapan sesuai program yang dibuat SC&D. Di Lawe-Lawe Terminal terdapat beberapa area diantaranya SPM area, Terminal Area dan Penajam Pig Laucher Area. Di Terminal Lawe Lawe menggunakan Automatic tank gauge (ATG) sebagai instrumen pengukur level fluida pada tangki yang umumnya terintegrasi dengan konversi ke pengukuran volume menggunakan tabel tangki dan kompensasi suhu. Custody transfer pada permigasan mengacu pada transaksi yang melibatkan pengangkutan fisik dari satu operator ke operator yang lain. Melibatkan transfer bahan mentah dan minyak hasil olahan minyak mentah. Sistem transfer ini dilakukan dari Kapal Tangker ke tangki, tangki ke Refinery, dan tangki ke tangki serta transaksi lainnya. Dari hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan ATG yang berfungsi sebagai alat pengakurasian nilai untuk memonitoring level dan suhu minyak pada tangki.
Analisis Risiko Pengisian Bahan Bakar Minyak dari Terminal Bahan Bakar Minyak Menggunakan Mobil Tangki dengan Metode Grey Failure Mode and Effect Analysis di PT. XYZ Fuel Terminal Hada Ritan, Yohanes Cristian; Iskandar, Raden Andang; Lukman , M.
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i8.61252

Abstract

PT.XYZ fuel terminal ialah unit entitas yang menjalankan aktivitas penimbunan, penyaluran dan penerimaan BBM yang akan disalurkan ke masyarakat. Prosedur penerimaan bahan bakar di PT. XYZ fuel terminal yaitu penerimaan BBM kedatangan kapal tanker, dan melakukan penyimpanan bahan bakar minyak di tangki timbun, kemudian akan disalurkan memakai mobil tangki ke SPBU. Dalam proses pengisian bahan bakar minyak terdapat 7 risiko yang memungkinkan terjadi. Ketujuh risiko dianalisis menggunakan metode grey Failure Mode And Effect Analysis. Dari hasil analisis memakai metodologi grey FMEA, prioritas risiko dengan nilai grey terkecil adalah tumpahan minyak pada area fillng shed dengan nilai 0,513 dan nomor sales order belum terbaca pada sistem OSDS nilai 0,621. Untuk menentukan akar masalah dari risiko prioritas digunakan metode Root Cause Analyisis untuk akar masalah tumpahan minyak pada area fillng shed adalah rusaknya flow meter, kesalahan pemindahan koneksi bottom loader di mobil tangki, pengaturan pada saat menyetel minyak yang hendak diisi lebih banyak dari permintaan di loading instruction lebih banyak dari permintaan di loading instruction (LI), security dan awak mobil tangki tidak memeriksa kondisi mobil tangki sebelum melakukan pengisian, rusaknya Bulk Meter. Sedangkan nomor sales order belum terbaca pada sistem OSDS diakibatkan oleh terjadinya gangguan jaringan pada sistem dari bank dan gangguguan sistem dari XYZ, keterlambatan penyetoran dari pelanggan (SPBU), data SO (sales order) belum masuk ke database OSDS karena keterlambatan atau kesalahan sistem, penyetoran dari pelanggan (SPBU) tidak pada jam operational atau jam kerja perusahaan, kesalahan pengetikan nomor SO (sales order) pada saat diinput ke sistem distribusi.