Penelitian ini bertujuan untuk menguji kontribusi layanan bimbingan dan konseling berparadigma profetik terhadap kemampuan aktualisasi diri dan orientasi masa depan siswa SMK. Menggunakan pendekatan kuantitatif ex-post facto, populasi penelitian adalah 300 siswa kelas XII SMKN 1 Pengasih, dengan sampel 80 siswa yang dipilih melalui Simple Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala psikologis berbentuk Skala Likert. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa variabel layanan bimbingan dan konseling berparadigma profetik, aktualisasi diri, dan orientasi masa depan terdistribusi secara normal. Uji linearitas menggunakan scatterplot mengindikasikan hubungan linear positif antara layanan bimbingan dan konseling berparadigma profetik dengan kemampuan aktualisasi diri dan orientasi masa depan. Analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling berparadigma profetik memiliki hubungan positif signifikan dengan aktualisasi diri siswa dan orientasi masa depan siswa. Analisis regresi linear menunjukkan hasil bahwa layanan bimbingan dan konseling berparadigma profetik mampu menjelaskan sebagian besar variasi dalam kemampuan aktualisasi diri siswa. Peningkatan persepsi terhadap layanan ini memprediksi peningkatan signifikan pada aktualisasi diri. Layanan yang sama juga berkontribusi pada variasi dalam orientasi masa depan siswa. Peningkatan layanan bimbingan dan konseling profetik juga memprediksi peningkatan orientasi masa depan. Meskipun layanan bimbingan dan konseling profetik signifikan untuk kedua variabel secara terpisah, tidak ditemukan hubungan statistik yang signifikan antara kemampuan aktualisasi diri dan orientasi masa depan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan bimbingan dan konseling berparadigma profetik secara positif dan signifikan berkontribusi pada peningkatan aktualisasi diri dan orientasi masa depan siswa SMK. Namun, ditemukan kendala dalam implementasi layanan BK profetik di SMKN 1 Pengasih, seperti fokus pada siswa Muslim dan kurangnya pemahaman indikator perilaku profetik di kalangan siswa, yang memerlukan pengembangan strategi dan materi yang lebih inklusif.
Copyrights © 2025