Permasalahan dalam penelitian ini diidentifikasi sebagai masih adanya kecenderungan mahasiswa di Surabaya memiliki intention to corruption, yang diduga dipengaruhi oleh tingkat moral identity, dengan peran moral disengagement sebagai mediator. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara moral identity dengan intention to corruption, serta peran moral disengagement sebagai variabel mediator, dengan tujuan menggali proses psikologis yang memungkinkan individu tetap memiliki niat korupsi meskipun memiliki identitas moral tertentu. Penelitian ini melibatkan 350 mahasiswa sebagai partisipan, dengan teknik analisis mediasi menggunakan PROCESS Macro model 4 oleh Hayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moral identity memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap intention to corruption dengan koefisien regresi sebesar 0,203 dan taraf signifikansi p < 0,001. Uji mediasi menunjukkan bahwa moral disengagement mampu memediasi hubungan antara moral identity dengan intention to corruption secara signifikan, yang menunjukkan bahwa moral disengagement memiliki peran penting dalam menjelaskan peningkatan niat korupsi pada mahasiswa meskipun memiliki moral identity yang tinggi.
Copyrights © 2025