Kualitas produk hortikultura seperti jambu biji sangat dipengaruhi oleh faktor budidaya dan pascapanen yang dilakukan oleh petani. Kebun Jambu Tajur Halang merupakan salah satu usaha keluarga yang membudidayakan jambu biji merah muda dan telah beroperasi lebih dari dua dekade. Namun dalam tiga tahun terakhir, kebun ini menghadapi permasalahan berupa ketidakkonsistenan mutu buah yang dihasilkan. Hal ini disebabkan oleh serangan hama, terutama kelelawar dan ulat batang, serta penanganan pascapanen yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Statistical Process Control (SPC) dengan menggunakan peta kendali p-chart sebagai alat analisis pengendalian mutu. Data yang digunakan merupakan data hasil panen tahun 2023 hingga 2025, dengan fokus pada proporsi buah cacat setiap periode pemetikan. Hasil analisis menunjukkan adanya titik-titik penyimpangan pada proses produksi yang menyebabkan produk cacat melebihi batas kendali. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan SPC dapat membantu dalam mengidentifikasi penyebab variasi mutu dan menjadi dasar untuk perbaikan proses secara berkelanjutan dalam budidaya jambu biji.
Copyrights © 2025