Model spasial bahaya banjir di Daerah Aliran Sungai Sikilang,’ Pasaman Barat mempunyai tujuan untuk analisis intensitas hujan 2024-2034-2044, memodelkan penggunaan lahan dan tutupan lahan’’ tahun 2024-2034-2044, model numerik banjir, dan model mitigasi banjir melalui tindakan konservasi. ‘Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif’’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas hujan meningkat seiring dengan bertambahnya kala ulang,’ selanjutnya’ perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan’ di DAS Sikilang mengalami penurunan yaitu semak belukar,’ hutan sekunder, hutan primer, lahan terbuka, sawah, kebun campuran, ladang, lahan terbangun, sedangkan penggunaan lahan yang mengalami peningkatan luasan yaitu perkebunan kelapa sawit’’dan ’lahan terbangun’’. Model numerik banjir di DAS Sikilang menunjukkan bahwa puncak banjir (Qp) membutuhkan waktu 6,50 jam, waktu yang dibutuhkan untuk mengurangi debit banjir (Tp+0,3) yaitu 11,74 jam, dan waktu yang diperlukan untuk mengurangi debit banjir (Tp+T0,3+1.5T0,3) adalah 19,60 jam. Model spasial banjir di DAS Sikilang tahun 2024 sampai tahun 2044 mengalami perubahan yang signifikan.’ Perubahan luas area terdampak banjir’’ tahun 2024 sampai tahun 2034 pada kelas kedalaman tinggi meningkat sebesar 694,667 ha, kelas kedalaman sedang meningkat 277,881 ha, kelas kedalaman rendah meningkat 30,017 ha , perubahan luas area terdampak banjir tahun 2034 sampai 2044 pada kelas kedalaman tinggi meningkat sebesar 215,208 ha, kelas kedalaman sedang menurun 75,842 ha dan kelas kedalaman rendah meningkat 4,42 ha’. Perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan 2024 sampai tahun 2034 mempengaruhi debit banjir 36,303 %, dan perubahan penggunaan lahan dan tutupan lahan tahun 2034 sampai tahun 2044 mempengaruhi debit banjir 11,951%. Sebagai langkah mitigasi banjir, dilakukan model mitigasi banjir melalui tindakan konservasi, pada hulu DAS Sikilang,. Upaya mitigasi ini dapat mengurangi debit banjir pada tahun 2024 sebesar 4,744 m3/detik, pada tahun 2034 mengurangi debit banjir sebesar 34,647 m3/detik, dan pada tahun 2044 mengurangi debit banjir 47,303 m3/detik. Untuk mengantisipasi bahaya banjir kepada masyarakat yang tinggal di DAS Sikilang, perlu diinformasikan bahwa banjir akan terjadi apabila intensitas hujan >11 mm/jam dengan durasi 4,64 jam, maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak banjir adalah 6,50 jam, sehingga masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi guna mengurangi potensi kerugian akibat banjir tersebut. Kata kunci: Penggunaan lahan dan tutupan lahan, Nilai Koefisien Aliran, Banjir, Model Spasial
Copyrights © 2025