Sebagai salah satu masalah kesehatan yang berbahaya bagi anak, stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas SDM di Indonesia. Bukan hanya mengganggu pertumbuhan fisik, stunting juga menghambat perkembangan otak pada anak. Anak yang menderita stunting akan memiliki riwayat kesehatan yang buruk disebabkan daya tahan tubuh yang lemah dan hal ini bias saja menurun ke generasi berikutnya jika tidak dilakukan pencegahan sedini mungkin. Kotawaringin Barat sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah sedang berfokus pada penanganan kasus stunting. Penangan ini melibatkan hubungan kerjasama antara pemerintah daerah dan juga stakeholder yang terkait. Penelitian menggunakan Metode cross sectional dengan sampel penelitian terdiri dari anak usia 0-5 tahun yang dipilih secara acak dari beberapa kecamatan dan puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. Data dikumpulkan melalui survei, observasi dan pengumpulan data baik melalui buku maupun jurnal nasional dan internasional. Data dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan analisis multivariat. Dengan mengetahui faktor penyebab stunting, diharapakan pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dapat membuat program penanganan sebagai tindak lanjut dalam upaya menurunkan prevelensi stunting bahkan jika dimungkinkan menjadikan Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi wilayah yang bebas stunting.
Copyrights © 2025