Krisis pembelajaran yang memburuk akibat pandemi Covid-19 menghasilkan learning loss dan learning gap yang signifikan dalam sistem pendidikan Indonesia, sehingga menuntut transformasi kurikulum yang adaptif dan responsif terhadap kondisi kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsepsi guru terhadap implementasi Kurikulum Merdeka pada model pembelajaran intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan desain Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada siswa kelas 4 di Sekolah Penggerak Angkatan 1 Kota Kediri. Penelitian menggunakan paradigma kualitatif dengan Model Evaluasi Stake's Countenance yang mengintegrasikan tiga tahapan evaluasi: kondisi awal (antecedents), proses pelaksanaan (transactions), dan hasil capaian (outcomes). Populasi penelitian meliputi 8 Sekolah Dasar dengan 39 tenaga pendidik dan 416 peserta didik, dengan sampel 191 siswa menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan kriteria keberhasilan 100% untuk setiap aspek evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi Kurikulum Merdeka berjalan optimal dengan capaian rata-rata di atas 75% pada tahap antecedents dan mencapai di atas 90% pada tahap outcomes. Transformasi pembelajaran dari teacher-centered menjadi student-centered learning berhasil diimplementasikan melalui strategi pembelajaran berdiferensiasi dan kontekstual. Kesimpulannya, implementasi kurikulum telah mencapai kategori baik hingga sangat baik dengan pengembangan karakter siswa sesuai profil pelajar Pancasila. Disarankan memperkuat dukungan sistemik sarana prasarana dan program pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru.
Copyrights © 2025