Peserta didik jenjang SMP dan SMA memiliki kompetensi menulis cerita pendek yang harus dipenuhi. Dalam cerita pendek, variasi penyampaian amanat menjadi hal yang unik. Penyampaian yang berbeda-beda menjadi karakteristik tersendiri dalam setiap jenjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi penyampaian amanat dalam karangan cerita pendek peserta didik jenjang SMP dan SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan perbedaan penyampaian amanat antara karangan cerita pendek jenjang SMP dan SMA. Pada jenjang SMP ditemukan variasi penyampaian amanat secara langsung sebanyak 27 data, secara langsung melalui percakapan 9 data, dan secara tidak langsung 14 data. Kemudian, dijenjang SMA ditemukan variasi penyampaian amanat secara langsung 11 data, secara langsung melalui percakapan 5 data, dan secara tidak langsung 34 data. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan (1) teknik penyampaian amanat dijenjang SMP dilakukan secara langsung dan dijenjang SMA secara tidak langsung, (2) jenis hubungan dipandang dari persoalan yang dimunculkan pada jenjang SMP memiliki kecenderungan menyampaikan amanat dengan jenis untuk diri sendiri dan sesama dan jenjang SMA mengeksplorasi ragam yang variatif diantaranya kebudayaan, ekonomi, sosial, seksualitas, pendidikan, kondisi sosial, kritik sosial, alam dan Tuhan, dan (3) pola komunikasi antara penulis dan pembaca dijenjang SMP yaitu satu arah (secara langsung) dan dijenjang SMA dua arah (secara tidak langsung).
Copyrights © 2025