Lestari, Arum Yuliya
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tindak Tutur TINDAK TUTUR DALAM TRANSAKSI JUAL BELI DI PASAR TRADISIONAL SEMARANG Kusumastuti, Nike Widya; Lestari, Arum Yuliya
Jurnal Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jsi.v10i3.60532

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan bentuk tindak tutur yang digunakan dalam percakapan jual beli di pasar tradisional Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Data penelitian berupa tuturan lisan para pelaku jual beli yang melakukan transaksi jual beli di pasar tradisional Kota Semarang. Sumber data adalah penjual dan pembeli di pasar tradisional Kota Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, yaitu teknik simak libat cakap, teknik simak bebas libat cakap, dan teknik sadap atau rekam. Hasil telaah ini diharapkan akan memperlihatkan bentuk, jenis, dan fungsi tidak tutur yang sering digunakan oleh para pelaku ketika melakukan transaksi jual beli di pasar tradisional Semarang.
The Theme Complexity of Short Story Written by Students in Formal Operational Stage Lestari, Arum Yuliya; Setyaningsih, Nas Haryati; Wagiran, Wagiran
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11 No 2 (2022): August 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v11i1.54195

Abstract

A short story is one of the literary works. The variety of problems or events in short stories has no limits so the author has the freedom to present them. Therefore, the complexity of the themes presented by the authors is different. One of the differences is students at the junior and senior high school levels. Both enter the same cognitive development, namely the formal operational stage but have different characteristics of presenting the theme complexity. This study aimed to analyze the theme complexity of short stories written by students in the formal operational stage. This study consisted of two approaches, which were theoretical approach using an objective approach and methodological approach using a qualitative descriptive approach. The results showed that the theme complexity in short stories written by students in the operational stage was in the simple category. Based on the categories, it was found that the characteristics of short story essays for junior high school students were: (1) focusing on major themes, (2) writing short stories based on experiences or observations, (3) not presenting the theme of sexuality, and (4) rudimentary abstract thinking patterns. Then, the theme complexity in short stories written by high school students is in the medium category. According to the categories, it was found that the characteristics of short story essays for high school students were: (1) focusing on major and minor themes, (2) writing short stories based on imagination, (3) presenting the theme of sexuality, and (4) abstract thinking patterns are more perfect than junior high school level.
Variasi Penyampaian Amanat dalam Karangan Cerita Pendek Peserta Didik Jenjang SMP dan SMA Lestari, Arum Yuliya
Bahterasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2025): BAHTERASIA VOLUME 6 NO 2 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jpbsi.v6i2.24154

Abstract

Peserta didik jenjang SMP dan SMA memiliki kompetensi menulis cerita pendek yang harus dipenuhi. Dalam cerita pendek, variasi penyampaian amanat menjadi hal yang unik. Penyampaian yang berbeda-beda menjadi karakteristik tersendiri dalam setiap jenjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi penyampaian amanat dalam karangan cerita pendek peserta didik jenjang SMP dan SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan perbedaan penyampaian amanat antara karangan cerita pendek jenjang SMP dan SMA. Pada jenjang SMP ditemukan variasi penyampaian amanat secara langsung sebanyak 27 data, secara langsung melalui percakapan 9 data, dan secara tidak langsung 14 data. Kemudian, dijenjang SMA ditemukan variasi penyampaian amanat secara langsung 11 data, secara langsung melalui percakapan 5 data, dan secara tidak langsung 34 data. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan (1) teknik penyampaian amanat dijenjang SMP dilakukan secara langsung dan dijenjang SMA secara tidak langsung, (2) jenis hubungan dipandang dari persoalan yang dimunculkan pada jenjang SMP memiliki kecenderungan menyampaikan amanat dengan jenis untuk diri sendiri dan sesama dan jenjang SMA mengeksplorasi ragam yang variatif diantaranya kebudayaan, ekonomi, sosial, seksualitas, pendidikan, kondisi sosial, kritik sosial, alam dan Tuhan, dan (3) pola komunikasi antara penulis dan pembaca dijenjang SMP yaitu satu arah (secara langsung) dan dijenjang SMA dua arah (secara tidak langsung).