Keterampilan berbicara apoteker memegang peranan penting dalam keberhasilan proses konseling obat. Kemampuan ini mencakup kejelasan penyampaian informasi, keterlibatan emosional, struktur pesan, dan responsivitas terhadap pertanyaan serta kekhawatiran pasien. Ketidakefektifan komunikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman, menurunkan kepatuhan, dan berdampak pada hasil terapi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis penerapan keterampilan berbicara apoteker dalam konseling obat melalui pendekatan studi pustaka. Literatur yang dianalisis mencakup publikasi ilmiah dari berbagai sumber nasional dan internasional yang terbit dalam kurun waktu 2014 hingga 2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan bahasa yang komunikatif, empatik, serta disesuaikan dengan latar belakang pasien dapat meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap terapi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelatihan keterampilan komunikasi dalam pendidikan dan praktik kefarmasian agar apoteker mampu berperan optimal dalam memberikan pelayanan yang berfokus pada pasien.
Copyrights © 2024