cover
Contact Name
Agna Rizky Putra Anggara
Contact Email
agnarizkyputra@gmail.com
Phone
+6281235003948
Journal Mail Official
bakticendekianusantara@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cempaka, Kelurahan Patokan, Kabupaten Situbondo 68312
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Lentera Edukasi
ISSN : -     EISSN : 30314321     DOI : https://doi.org/10.70305/jle.v2i3
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Lentera cendekia: pendidikan dan pembelajaran adalah jurnal ilmiah dalam pendidikan dan pembelajaran, meliputi penelitian pembelajaran baik inovasi penelitian ataupun inovasi terapan media pembelajaran, penelitian secara teoritis, kajian ilmiah penelitian tindakan kelas, penelitian terapan bimbingan konseling dan kajian penelitian yang memiliki hubungan dengan pembelajaran sekolah.
Articles 59 Documents
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MATERI GAYA SISWA KELAS V DENGAN MODEL PROBLEM BASED INTRODUCTION DI SDN 4 PELEYAN: Edisi Agustus Ade Setiawan, Gustilas; Lucky Faisol Iman; Ratih Kesuma Dewi
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi : September
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v1i1.8

Abstract

Pembelajaran IPA memiliki kriteria ketuntasan minimal dengan nilai 65. Nilai siswa kelas V di SDN 4 Peleyan dalam pembelajaran IPA secara klasikal berada di bawah angka 65. Kenyataan yang terjadi di SD Negeri 4 Peleyan Kapongan Situbondo mengisyaratkan kondisi belajar yang kurang mendukung metode yang digunakan selama ini hanya menggunakan metode ceramah sehingga selama pembelajaran berlangsung siswa kurang aktif dan enggan terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang ditunjukkan dengan tidak membaca buku yang relevan dengan materi yang sedang dipelajari, jarang mencatat penjelasan guru, tidak pernah bertanya baik kepada guru maupun kepada temannya, sering mengabaikan tugas – tugas yang diberikan guru dan juga siswa kurang mendapat kesempatan untuk mengembangkan ide-ide kreatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran berdasarkan masalah (Problem Based Introduction) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi gaya siswa kelas V di SDN 4 Peleyan. Selanjutnya, meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Introduction) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi gaya siswa kelas V di SDN 4 Peleyan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subyek penelitian adalah siswa kelas V semester II di SDN 4 Peleyan Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo. Data yang diperoleh berupa hasil kerja kelompok, tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan hasil belajar dari siklus I menuju siklus II, yaitu masing-masing 55,5% dan 88,8%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model Problem Based Introduction dapat berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi gaya kelas V semester II di SDN 4 Peleyan Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CIRC (COOPERATIVE, INTEGRATED, READING AND COMPOSITION) SISWA KELAS V SD NEGERI 1 JUGLANGAN KECAMATAN PANJI KABUPATEN SITUBONDO TAHUN PELAJARAN 2023/2024: Edisi Agustus Septi Meiga Kholifah; Aenor Rofek
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi : September
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v1i1.9

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, siswa kelas V di SD Negeri 1 Juglangan Kecmatan Panji, Kabupaten Situbondo, masih belum mampu menulis puisi dengan baik. Permasalahannya diantaranya adalah, guru tidak menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai secara lengkap. Guru menggunakan metode ceramah. Metode seperti ini mengkondisikan siswa yang dituntut hanya mendengarkan semua informasi yang disampaikan guru, sehingga siswa terlihat bosan dan kurang berminat terhadap proses pembelajaran. Evaluasi hanya dilakukan dengan memberikan tugas menulis puisi tanpa menanyakan dulu jelas tidaknya siswa terhadap materi yang telah disampaikan guru. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemmpuan menulis puisi dengan menggunakanmodel pembelajaran CIRC (Cooperative, Integrated, Reading and Composition). Penelitian ini terdiri atas empat fase yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil pembahasan pada bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut: Penerapan model pembelajaran CIRC (Cooperative, Integrated, Reading and Composition) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri 1 Juglangan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2023/2024. Penerapan model pembelajaran CIRC (Cooperative, Integrated, Reading and Composition) dapat meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi mencapai persentase sebesar 91% melalui penerapan model pembelajaran CIRC (Cooperative, Integrated, Reading and Composition).
PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MATERI PESAWAT SEDERHANA MELALUI METODE GROUP INVESTIGATION DENGAN BANTUAN MEDIA NYATA PADA SISWA KELAS V SEMESTER II SDN V ARJASA : Edisi Agustus Mory Victor Febrianto; Ratih Kesuma Dewi
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi : September
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v1i1.10

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode Group Investigation dengan bantuan media nyata pada mata pelajaran IPA materi Pesawat Sederhana untuk siswa kelas V semester II di SDN V Arjasa tahun pelajaran 2023/2024. Siswa kelas V di SDN V Arjasa berjumlah 9 orang. Terdiri dari 4 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah silabus, RPP, dan Lembar Kerja Siswa. Data-data yang diperlukan dalam penelitian tindakan kelas ini diperoleh melalui proses wawancara dengan guru wali kelas V mengenai proses belajar siswa selama ini. Bagaimana mengajak siswa untuk mampu aktif dan kreatif saat proses belajar mengajar berlangsung. Data juga diperoleh melalui hasil observasi penerapan metode Group Investigation dan tes formatif khusus mata pelajaran IPA materi Pesawat Sederhana untuk siswa-siswi kelas V di SDN V Arjasa Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo. Data penunjang lainnya yaitu catatan lapangan serta foto kegiatan yang sedang dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas sebanyak 2 siklus. Siklus I terdiri dari tahap identifikasi masalah, perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus II terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas V di SDN V Arjasa pada mata pelajaran IPA materi Pesawat Sederhana mengalami peningkatan dan memenuhi kriteria ketuntasan minimum serta dinyatakan tuntas secara klasikal.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MATERI PESAWAT SEDERHANA PADA SISWA KELAS V SEMESTER II SDN 9 PATOKAN Setia Wulandari
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi : September
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v1i1.11

Abstract

Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari- hari hingga menjadi manusia yang bermartabat. Pembelajaran IPA sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri dan berbuat untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang alam dan menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui penerapan model Kooperatif Tipe Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi pesawat sederhana pada siswa kelas V semester II SDN 9 PATOKAN tahun ajaran 2023-2024. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Kooperatif Tipe Jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi pesawat sederhana pada siswa kelas V semester II SDN 9 PATOKAN .
STRATEGI GURU DALAM UPAYA PENINGKATAN MORAL SISWA di MTs MIFTAHUL ULUM ARJASA KABUPATEN SITUBONDO Risa Haidayati; Siti Seituni
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 1 No. 1 (2023): Edisi : September
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v1i1.12

Abstract

Strategi merupakan komponen penting dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberhasilan pembinaan kerena dengan adanya strategi maka suatu tujuan yang telah direncanakan akan mencapai hasil yang dinginkan, maka yang menjadi fokus kajian dalam penelitian ini adalah strategi guru dalam peningkatan moralitas siswa. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan teknologi, Banyak dampak yang telah dihasilkan dari perkembangan tersebut, baik itu berupa dampak positif maupun dampak negatif. Perubahan zaman ke abad 21 kini membawa setiap lapisan masyarakat pada kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Namun, kemajuan IPTEK yang seharusnya mampu menciptakan masyarakat madani ternyata malah mengikis pentingnya nilai-nilai kesopanan, ajaran baik tentang perbuatan dan kelakuan (akhlaq) atau sering kali kita sebut sebagai moral. Maka, untuk mengatasi degradasi moral ada upaya yang harus dilakukan yaitu salah satunya dengan strategi-strategi tepat yang digunakan oleh guru dalam memperbaiki moral dan anak bangsa yang berkarakter. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan penelitian ini menghasilkan data bahwa Strategi Guru di sekolah dalam Membina moral Siswa di MTS Miftahul Ulum yaitu dilakukan melalui metode keteladanan dengan cara memberikan keteladanan atau contoh yang baik dan mulia kepada siswa atau guru harus bisa digugu dan ditiru. Artinya guru harus bisa memberi contoh dan bisa jadi contoh yang baik bagi baik dilingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Adapun Strategi yang lain yaitu melalui metode nasehat dan melalui metode pembiasaan.
ANALISIS BAHASA GAUL DI MAHASISWA UNARS SITUBONDO Aprilia Sucahyo, Alif Maharani; Awinatiddiyanah; Fitria Wahyuningtyas
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i2.13

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan remaja saat ini, dan dampaknya terhadap penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja menjadi perhatian utama. Artikel ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap pengaruh media sosial terhadap eksistensi bahasa Indonesia di kalangan remaja khususnya di kalangan remaja UNARS Situbondo. Metode penelitian yang digunakan melibatkan survei wawancara, dan catatan dengan remaja yang aktif menggunakan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap eksistensi bahasa Indonesia di kalangan remaja, baik secara positif maupun negatif. Beberapa remaja cenderung menggunakan bahasa Indonesia yang lebih formal dan benar ketika berkomunikasi di media sosial, sementara yang lain cenderung menggunakan bahasa yang lebih santai dan informal. Selain itu, penggunaan singkatan dan bahasa gaul juga semakin populer di media sosial, yang dapat memengaruhi pemahaman dan penggunaan bahasa Indonesia secara keseluruhan. Dari hasil pengamatan terdapat beberapa kata gaul diantaranya adalah : Kuy, Yups, Santuy, Bestie, Kepo, Gemoy, Trims, Leh ugha, Kece, Nongki, Sabi, Ngokey, Rempong. Artikel ini menyimpulkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap eksistensi bahasa Indonesia di kalangan remaja, dan perlu adanya upaya untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan digital guna memastikan kelestarian bahasa Indonesia di kalangan remaja khususnya di kalangan remaja UNARS Situbondo.
ANALISIS PENGARUH GADGET BAGI ANAK USIA DINI DI SITUBONDO Hasanah, Fitriatun; Rahma, Lailatur; Samudra, Bagus bayu
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi Juni
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i2.15

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengertian gadget, untuk mengetahui pengaruh gadget terhadap perkembangan anak usia dini serta mengetahui bagaimana cara untuk mencegah pengaruh buruk dari gadget terhadap anak usia dini. Gadget adalah sebuah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus.dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. teknologi jelas mempengaruhi perkembangan anak. Karena sebuah perangkat teknologi merupakan media pembelajaran yang sangat efektif. Karena kemajuan teknologi juga dapat membantu daya kreatifitas anak, jika pemanfaatnya diimbangi dengan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. dengan terlalu membebaskan anak dibawah umur menggunakan teknologi yang terlalu canggih seperti gadget maka itu dapat mengubah perilaku seorang anak, untuk itu peran orang tua sangat penting.
PERAN BAHASA MADURA DALAM MENINGKATKAN KEARIFAN LOKAL Abdul Lutfi; Syarifuddin; Zulfa Hidayatin
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v1i2.16

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa Madura dalam meningkatkan kearifan lokal di Pulau Madura. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif dan wawancara dengan 20 informan yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemangku adat, dan anggota komunitas bahasa Madura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Madura memiliki peran yang signifikan dalam mempertahankan dan mengembangkan kearifan lokal di Pulau Madura. Bahasa Madura digunakan sebagai alat komunikasi sehari-hari dalam berbagai konteks, seperti dalam keluarga, masyarakat, dan upacara adat. Bahasa ini juga menjadi identitas budaya dan alat untuk menyampaikan nilai-nilai tradisional yang ada di masyarakat Madura. Selain itu, bahasa Madura juga berperan dalam mempertahankan kearifan lokal melalui literatur lisan, seperti pantun, syair, dan cerita rakyat yang disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi. Bahasa ini menjadi sarana untuk menyampaikan nilai-nilai budaya, sejarah, dan kebijaksanaan yang ada dalam kearifan lokal Madura. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa Madura memiliki peran yang penting dalam mempertahankan dan meningkatkan kearifan lokal di Pulau Madura. Oleh karena itu, perlunya upaya untuk melestarikan dan mempromosikan penggunaan bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari, pendidikan, dan budaya lokal. Dukungan pemerintah, komunitas, dan lembaga pendidikan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan bahasa Madura dan kearifan lokal yang terkait dengannya.
Peran Bahasa Daerah dalam Membentuk Karakter Budaya Situbondo Choiri, Efendi; Rohimah, Rofiatur
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi : Maret
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v2i1.17

Abstract

Artikel ini secara mendalam menyelidiki peran signifikan bahasa daerah dalammembentuk dan memelihara karakter budaya di Kabupaten Situbondo. Dalammasyarakat yang kaya akan keberagaman etnis dan tradisi, bahasa daerah bukan hanyasebagai alat komunikasi sehari-hari, tetapi juga fondasi yang kuat bagi identitas kulturalyang unik. Fokus artikel ini terutama menyoroti cara bahasa daerah di Situbondomencerminkan nuansa lokal, melibatkan penggunaan dialek dan kosakata khas yangmenjadi ciri khas. Bahasa ini tidak hanya menggambarkan interaksi sehari-hari, tetapijuga menjadi penjaga tradisi lisan yang kaya, menyimpan cerita nenek moyang, legenda,dan kearifan lokal. Pentingnya bahasa daerah terlihat dalam kontribusinya terhadappelestarian nilai-nilai sosial dan etika. Norma-norma sosial dalam masyarakat Situbondosering kali terwujud dalam bahasa sehari-hari, menciptakan keterlibatan sosial dankebersamaan di antara penduduk setempat. Tradisi lisan yang ditransmisikan melaluibahasa daerah menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya. Hal ini tidak hanyamenyumbang pada identitas budaya lokal tetapi juga memperkuat rasa solidaritas diantara generasi. Oleh karena itu, pemeliharaan bahasa daerah di Situbondo menjadikrusial dalam menjaga keanekaragaman budaya di tengah arus globalisasi. Melaluiartikel ini, diharapkan pemahaman tentang peran bahasa daerah di Situbondo akanmemberikan wawasan yang lebih dalam tentang kekayaan budaya lokal dan mendukungupaya pelestariannya untuk masa depan.
PERSPEKTIF AKULTURASI NILAI BILINGUALISME BAHASA DI SITUBONDO Revin Delia Arisandi; Teguh Sofyan Firdiansyah; Muhammad Yusron Aminullah Ismail
Jurnal Lentera Edukasi Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jle.v1i2.18

Abstract

Abstrak, Indonesia sebagai sebuah bangsa memiliki keragaman budaya dan bahasa yang sangat tinggi. Tingkat kemajemukan yang sangat tinggi ini tercermin dalamjumlahbahasa daerah yang dimiliki dan keragaman budaya adat istiadat suku bangsa yang mendiaminya. Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah yang mewakili setiap kelompok etnis. Jumlah Bahasa daerah terbanyak terdapat di Papua, lebih dari 200 bahasa daerah hidup di tanah Papua. Di samping kekayaan bahasa daerah, masyarakat Indonesia juga memiliki bahasa Indonesia yang berfungsi sebagai bahasa persatuan yang dideklarasikan oleh seluruh komponen bangsa yang diwakili oleh kaum muda dari berbagai daerah pada tanggal 28 Oktober 1928 yang dikenal dengan peristiwa Sumpah Pemuda. Keputusan bahwa bahasa Indonesia merupakan satu-satunya bahasa nasional Indonesia sudah final bagi bangsa Indonesia.Dalam konteks keragaman bahasa, masyarakat Situbondo paling tidak menguasai dua bahasa yaitu bahasa daerah sebagai identitas asal daerahnya dan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional. Bahasa pertama yang mereka peroleh saat mereka masih kanak-kanak dan bahasa Indonesia yang mereka kuasai sejak dini menyebabkan masyarakat Indonesia secara umum termasuk masyarakat yang Bilingual. Kondisi masyarakat bahasa yang demikian pada akhirnya menjadi tantangan tersendiri terutama bagi pengembangan bahasa Indonesia. Kebijakan politik bahasa nasional yang telah menempatkan bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing pada fungsi, peran, dan kedudukan masing-masing pada praktiknya menjadi tidak mudah karena dinamika masyarakat bahasa yang bilingual. Pengembangan bahasa Indonesia masih banyak menemui hambatan baik yang datang dari dalam bahasa itu sendiri maupun dari luar bahasa. Hambatan dari dalam bisa berupa sikap bahasa yang kurang positif yang ditunjukkan oleh para penuturnya dan hambatan dari luar bisa berupa pengaruh dari bahasa-bahasa lain yang dianggap mempunyai status dan kedudukan lebih tinggi dan lebih penting.