Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan peserta didik, membawa dampak ganda sebagai sarana belajar sekaligus sumber tekanan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan mental peserta didik SMP dalam menggunakan media sosial berdasarkan teori resiliensi Ann Masten, serta mengidentifikasi upaya mempersiapkan mental mereka. Metode penelitian kualitatif fenomenologi diterapkan melalui wawancara mendalam dengan dua siswa untuk menggali pengalaman subjektif mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan mental peserta didik ditandai oleh kemampuan mengelola emosi, dukungan sosial, dan kompetensi adaptif dalam menghadapi adversitas seperti cyberbullying dan distraksi. Siswa yang resilien cenderung memilih konten positif, memiliki strategi koping, dan memanfaatkan media sosial secara produktif. Berdasarkan temuan, penelitian ini merekomendasikan tiga strategi utama: (1) penguatan literasi digital kritis, (2) pelatihan regulasi emosi, dan (3) pembangunan lingkungan pendukung melalui kolaborasi sekolah dan keluarga. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik untuk membentuk resiliensi digital peserta didik dalam era teknologi yang terus berkembang.
Copyrights © 2025