Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran zakat dalam pengentasan kemiskinan sebagai upaya mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan "Tanpa Kemiskinan." Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur yang mendalam, mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, artikel, dan dokumen resmi, termasuk laporan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Analisis dilakukan dengan pendekatan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) untuk menilai efektivitas distribusi zakat di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zakat yang dikelola oleh BAZNAS telah berhasil mengentaskan 577.138 jiwa, dengan program-program utama mencapai 56.316 jiwa. Meskipun demikian, terdapat ketimpangan dalam distribusi zakat, terutama antara zona kemiskinan ekstrem dan standar, yang menunjukkan perlunya peningkatan distribusi yang lebih merata. Tantangan yang dihadapi termasuk rendahnya Indeks Zakat Nasional (IZN), kesadaran masyarakat untuk berzakat melalui lembaga resmi yang masih rendah, dan penurunan kelas menengah akibat pandemi. Dalam konteks SDGs, zakat berperan penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin, meskipun masih diperlukan perbaikan dalam strategi distribusi dan koordinasi dengan pemerintah daerah
Copyrights © 2025