Penelitian ini membahas perbedaan kondisi dimensi modal sosial dalam mendukung pembangunan antara Desa Margototo (desa induk) dan Desa Margosari (desa hasil pemekaran) di Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur. Ketidakmerataan bantuan sosial di Desa Margototo memicu rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap aparatur desa dan menurunnya partisipasi dalam kegiatan desa. Sebaliknya, Desa Margosari menunjukkan tingkat kepercayaan dan partisipasi masyarakat yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif dengan teori modal sosial Robert D. Putnam melalui tiga indikator: kepercayaan, jaringan, dan norma. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara terhadap 12 informan, observasi lapangan, dan dokumentasi dari aparatur dan masyarakat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Margototo memiliki kelemahan dalam transparansi, komunikasi, dan kelembagaan sosial, yang berdampak pada stagnasi pembangunan. Sebaliknya, Desa Margosari memiliki jaringan sosial aktif dan norma kolektif yang mendorong partisipasi dalam pembangunan. Kesamaan budaya dan agama di kedua desa menjadi faktor pengikat, namun hanya efektif di desa yang mampu mengelola modal sosial secara strategis. Kesimpulannya, modal sosial berperan penting dalam menggerakkan pembangunan desa secara partisipatif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025