Latar Belakang : Kecepatan respons dalam menangani situasi darurat di lembaga pemasyarakatan sangat menentukan keselamatan baik narapidana maupun petugas. Kamar isolasi narapidana di Blok D Lapas Kelas IIA Bojonegoro merupakan area dengan potensi risiko tinggi, seperti tindakan kekerasan, percobaan bunuh diri, atau gangguan kesehatan akut. Sayangnya, keterbatasan sistem pelaporan menyebabkan penanganan petugas kerap terlambat. Tujuan : Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penanganan darurat melalui pemasangan tombol darurat (panic button) di ruang isolasi. Metode : Metode yang diterapkan mencakup identifikasi masalah, kerja sama dengan pihak lapas, pembuatan alat, sosialisasi dan pelatihan penggunaan, serta evaluasi kinerja sistem. Hasil dan Pembahasan : Dari hasil uji coba, alat ini mampu mempercepat waktu reaksi petugas hingga 60% dibandingkan sebelumnya. Narapidana juga merasa lebih aman karena dapat langsung meminta bantuan saat terjadi kondisi genting. Selain itu, alat ini mempermudah petugas dalam melakukan pemantauan secara berkala. Kesimpulan : Penggunaan panic button di kamar isolasi merupakan langkah inovatif yang dapat memperkuat sistem keamanan dan keselamatan di lapas, terutama di area yang rawan insiden mendadak.
Copyrights © 2024